Home Otomotif Jaecoo Recall J7 di Australia Gara-gara Kabel!

    Jaecoo Recall J7 di Australia Gara-gara Kabel!

    Mobil PHEV Jaecoo J7
    Jaecoo J7

    RiderTua.com – Sampai sekarang J7 masih dijual di Indonesia sebagai salah satu mobil PHEV yang dijualnya selain J8. Namun di negara tetangga, modelnya kena recall setelah ditemukan masalah pada bagian kabelnya yang berpotensi menimbulkan gangguan pada mesinnya.

    β–ΆDaftar Isi

    Rangkaian Kabel J7 Berpotensi Punya Masalah?

    Jaecoo baru menjual tiga mobil di Indonesia, yaitu J5, J7, dan J8, masing-masing punya varian unggulannya sendiri. Dari ketiga model ini, J5 EV paling laris terjual dalam beberapa bulan terakhir, bahkan mampu memimpin penjualan di pasar BEV sepanjang semester pertama. Jelas ini menjadikan J5 sebagai tulang punggung penjualannya, walau model lainnya seperti J7 dan J8 masih tetap diandalkannya.

    Mobil PHEV Jaecoo J7 Indonesia
    Jaecoo J7

    J7 masih jadi andalan di segmennya sampai sekarang, meskipun dengan catatan penjualan yang tidak sebagus J5 EV. Bahkan mengejar penjualan mobil PHEV Chery saja masih kesusahan, namun mereka nggak terlalu mempedulikan soal hasil yang didapat oleh mobilnya ini. Asalkan mereka bisa menawarkan lebih banyak pilihan beragam bagi konsumennya, dan merek asal China ini juga membuktikan kalau mereka juga punya model PHEV.

    Sementara di Australia, Jaecoo baru saja mengumumkan penarikan terhadap J7 yang dijual di sana, dengan total 171 unit tahun produksi 2025-2026 yang harus ditangani. Mereka melakukan ini setelah menemukan adanya potensi masalah serius pada kabel yang diposisikan terlalu dekat dengan besi penyangga jok. Ini terjadi akibat cacat saat perakitan, dan mereka nggak bisa membiarkannya begitu saja karena bisa sangat menganggu penggunanya, bahkan membahayakan.

    Chery Mobil PHEV Jaecoo J7
    Jaecoo J7

    Harus Ditangani

    Kalau dibiarkan begitu saja, kabel bakal terus tergesek dengan besi penyangga dan bisa terkelupas atau rusak, dan ini bisa membuat mesin mobil kehilangan tenaga atau mati mendadak akibat kehilangan arus listrik. Mungkin kedengarannya tidak terlalu serius, tapi ini cukup membahayakan kalau mobil dikendarai di jalan, apalagi kalau melaju dalam kecepatan tinggi. Tidak hanya berpotensi membahayakan pengemudi maupun penumpang mobil, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

    Pihak otoritas Australia sudah memberikan pengumuman recall terhadap pemilik J7 disana, dan selanjutnya pemilik membawa kendaraannya ke dealer Omoda Jaecoo untuk diperiksa dan diperbaiki. Tentunya tidak ada biaya yang dikenakan untuk perbaikannya alias gratis, sehingga pemilik nggak perlu pusing memikirkan biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki mobilnya. Tetap saja, pemilik harus segera memperbaikinya sebelum terlambat ditangani.

    Jaecoo J7 SHS
    Jaecoo J7 SHS

    Bukan Recall Pertama?

    Ternyata ini bukan kali pertama Jaecoo menarik J7 di Australia, karena mereka pernah menarik 1.028 unit J7 tahun lalu dengan masalah serupa. Kelihatannya ini sudah menjadi masalah serius pada proses perakitannya yang tidak tepat, dan tentu ini menimbulkan kekhawatiran soal potensi recall di negara lainnya. Termasuk Indonesia, dimana J7 menjadi salah satu model yang dijualnya, meski hanya varian SHS yang ditawarkan di pasarnya.

    Sebenarnya unit J7 yang dijual di ‘Negeri Kangguru’ merupakan model CBU dari kampung halamannya, sementara J7 di Indonesia sudah dirakit lokal. Jadi bisa ditebak kalau model yang dijual disini aman dari penarikan akibat posisi kabel yang bermasalah di Australia. Walau begitu, mereka tetap harus berjaga-jaga kalau suatu saat nanti mobilnya mengalami masalah dan harus ditarik, entah karena masalah serupa dengan di Australia atau masalah lainnya.

    Jaecoo J7 SHS Indonesia
    Jaecoo J7 SHS

    Pasar PHEV di Indonesia masih berkembang dengan pesat karena ada banyak model baru yang dirilis dalam beberapa tahun terakhir. Jelas ini membuat persaingan berjalan lebih ketat dari tahun-tahun sebelumnya, apalagi sebagian besar merek China yang mengisi pasar ini. Sementara dari merek negara lainnya baru segelintir, dengan Mazda dan Lexus yang terlihat menyumbang hasil penjualan.

    Grup Chery tetap mendominasi pasar PHEV dengan banyaknya lini produk yang ditawarkan, baik itu produknya Chery maupun Jaecoo. Tapi sepanjang semester pertama tahun ini, Tiggo 8 CSH malah diungguli oleh model MPV PHEV dari BYD yang masih seumur jagung, yang tidak lain adalah M6 DM.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini