RiderTua.com – Massimo Rivola angkat bicara soal rumor bahwa ride height device atau perangkat pengatur ketinggian motor akan dilarang digunakan usai terjadi crash massal di MotoGP Hungaria pada hari Minggu lalu. CEO Aprilia itu menegaskan, akan salah jika bereaksi berlebihan dan melarang penggunaan ride height device tanpa evaluasi yang tepat.
Sebenarnya diskusi terkait perubahan aturan demi keselamatan pembalap, termasuk usulan larangan penggunaan ride height device sudah dilakukan sejak di Barcelona. Kabarnya, aturan baru ini akan mulai berlaku setelah libur musim panas atau pada paruh kedua musim 2026, atau lebih awal dari rencana yang sedianya akan mulai berlaku pada 2027. Selain itu akan ada perubahan formasi di grid start dari 3-3 menjadi 2-2 per baris atau meniru seperti di Formula 1.
Massimo Rivola Larangan Ride Height Device Belum Tentu Jadi Solusi Crash MotoGP
Namun Massimo Rivola meminta semua pihak untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru mengambil keputusan besar tanpa evaluasi yang matang. “Kami sedang berdiskusi dengan MotoGP, untuk melihat apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keselamatan. Media semua tahu bahwa secara historis saya biasanya menentang semua jenis perangkat, tetapi saya tidak suka bereaksi berlebihan,” tegas bos asal Italia itu.

Rivola menambahkan, “Saya rasa kita harus melakukan semuanya dengan benar. Kalau tidak suatu saat nanti akan bilang, ‘sebelum balapan kita melarang ride height device lalu terjadi lagi crash seperti ini, lalu kita akan bilang, ‘oh, ternyata dengan ride height device jadi lebih aman’.”
“Jadi menurutku kita harus melakukan semuanya dengan benar, menguji beberapa kali untuk bagaimana hasilnya tanpa perangkat tersebut. Mungkin mengurangi kepadatan di tikungan pertama bisa membantu. Tetapi bereaksi berlebihan adalah kesalahan yang mudah kita lakukan. Jadi kita harus berhati-hati,” tegasnya.
Pada lap pembuka GP Hungaria, Jorge Martin kehilangan kendali saat pengereman di tikungan pertama. Motornya bergoyang hebat lalu menabrak rekan setimnya Marco Bezzecchi dan juga menjatuhkan Raul Fernandez, Fermin Aldeguer, dan Fabio Di Giannantonio. Namun dari ke-5 pembalap yang jatuh, hanya Diggia yang lanjut balapan karena beruntung jatuhnya tidak terlalu keras.
Crash massal di tikungan pertama di Balaton Park merupakan insiden kedua musim ini, setelah kejadian yang sama di Barcelona yang menyebabkan Johann Zarco cedera parah. Dalam crash di Montmelo tersebut, Zarco menyeret Pecco Bagnaia dan Luca Marini terjatuh bersamanya. Dari sinilah muncul perdebatan soal larangan penggunaan ride height device. Banyak pembalap, salah satunya Jack Miller yang menyerukan agar perangkat tersebut dihapus.

Banyak yang menyoroti bahwa di MotoGP era sekarang manuver menyalip menjadi sulit dilakukan. Dan itulah yang dilakukan Martin, ingin mendapat posisi sebanyak mungkin di tikungan pertama. “Saya rasa menyalip tidak terlalu sulit. Kalau saya melihat Ai Ogura di setiap balapan, dia bisa menyalip 10 pembalap. Ya, tinggal melakukan seperti Ogura saja. Dia pakai Aprilia, jadi tidak terlalu sulit untuk menyalip dengan RS-GP,” pungkas Massimo Rivola.
BTW, selaku bos Aprilia Rivola menyalahkan Martin atas insiden di Balaton Park. Menurutnya Martinator melakukan kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang juara dunia. Martin juga dijatuhi long lap penalti yang harus dijalani di GP Ceko dua pekan kedepan.
Motor Aprilia RS-GP Sulit Digunakan untuk Menyalip?






