RiderTua.com – Andrea Dovizioso menganalisis beberapa topik hangat yang menjadi sorotan akhir pekan ini. Termasuk crash yang dipicu Jorge Martin di Balaton Park kemarin, juga dominasi Marc Marquez yang luar biasa, dan kesulitan yang masih saja dialami Pecco Bagnaia hingga saat ini.
Untuk mempertanggungjawabkan manuver agresifnya di tikungan pertama yang menyebabkan 4 pembalap lain terjatuh, Martin dihukum double long lap yang harus dijalaninya di GP Brno akhir pekan depan. Namun menurut Dovi, kesalahan Martin dalam insiden tersebut sebenarnya sangat kecil.
Andrea Dovizioso: Pada Diri Pecco Bagnaia Saya Melihat Seorang Juara Dunia yang Tidak Terima Jika Bukan Lagi yang Tercepat

Lebih lanjut Andrea Dovizioso menjelaskan, “Saya rasa kali ini kesalahannya benar-benar minim, sangat kecil. Tetapi cukup untuk memicu seluruh kekacauan. Secara teknis, dia mengerem sedikit terlambat. Ketika menyadarinya dia mencoba untuk langsung memperbaiki keadaan, tetapi motornya sudah tidak stabil dan tidak bisa mengendalikannya lagi.”
“Saya sependapat, itu merupakan kesalahan serius karena dia adalah satu-satunya pembalap yang melakukan kesalahan itu. Pembalap lain yang ikut terjatuh tidak salah, itulah mengapa hal itu tidak dapat dibenarkan. Ketika kita terlibat crash dan kehilangan kesempatan untuk meraih podium, wajar untuk marah. Tetapi semua pembalap pernah melakukan kesalahan pengereman di suatu titik,” imbuh tes rider Yamaha MotoGP itu.

Di sisi lain, kesalahan Martin tersebut menjadi berkah untuk Marc Marquez. Setelah meraih pole position dan menang dalam sprint race hari Sabtu, juara dunia 9 kali itu berhasil meraih kemenangan dalam race utama. Rider Ducati Lenovo itu hanya punya satu lawan tangguh di lintasan yakni Pedro Acosta (KTM), dimana 4 pembalap yang dijatuhkan Martin merupakan pembalap teratas dalam klasemen yang juga menjadi penantang serius untuk Marquez.
Dovizioso mengaku bahwa performa kuat Marquez di Hungaria mengejutkan semua orang, mengingat fisiknya masih belum pulih sepenuhnya pasca operasi. “Gap yang dia ciptakan akhir pekan ini mengejutkan semua orang. Tidak ada yang menyangka, dia akan mendominasi akhir pekan seperti yang dia lakukan. Sangat sulit memahami Marc saat ini. Kita tidak tahu persis, apa yang dia rasakan secara fisik. Hanya dia yang tahu seberapa besar rasa sakit yang masih dia rasakan, seberapa besar keterbatasan lengannya, dan seberapa besar risiko yang bisa dia ambil di atas motor,” tegas mantan pembalap MotoGP yang saat ini berusia 40 tahun itu.

Usai balapan, Marquez juga mengaku bahwa dia sempat mengalami masalah arm pump di lengan kirinya. “Ketika masalah arm pump muncul, kita kehilangan kekuatan, kecepatan reaksi, dan sensitivitas. Kekuatan kita bisa turun dari 100% ke 80%, 70%, atau bahkan 30% ketika penyumbatannya sangat parah. Mungkin dia mengimbangi keterbatasan fisik yang masih dimilikinya, sehingga menyebabkan bagian tubuhnya yang lain menjadi terbebani lalu mengalami masalah,” jelas rider yang dulu dijuluki ‘DesmoDovi’ itu.
Soal duel Marquez vs Acosta di Balaton Park, menurut Dovi meskipun dari luar tampaknya mereka berdua sedang duel sengit tapi sebenarnya Marquez-lah yang mengendalikan situasi. “Itu bukan pertarungan besar karena Marc masih punya cadangan kekuatan. Dia tidak perlu mengambil risiko untuk menyalip Acosta. Marc lebih banyak menggunakan otaknya kali ini. Dia sangat tenang dan dia bermain bagus, karena dia memiliki keunggulan,” jelas Dovi.
Setelah tampil luar biasa di Hungaria, meski Marquez saat ini tertinggal 81 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi (Aprilia) namun dia tetap menjadi kandidat kuat dalam perebutkan gelar dunia musim ini. Jika ditilik dari penampilan kerennya kemarin, mudah bagi Marquez mengejar poin sebanyak itu karena musim masih panjang. Saat ini MotoGP baru menggelar 8 dari 22 seri.

“Sebagai penggemar, saya berharap dia kembali terlibat dalam memperebutkan gelar dunia karena itu akan mengubah musim sepenuhnya. Untuk saat ini, saya memang masih ragu. Saya ingin menunggu hingga balapan di Brno. Jika dia bisa mengulangi akhir pekan seperti di Balaton kemarin, maka situasinya bisa berubah,” ungkap Dovi.
Terakhir, Dovizioso juga menyoroti performa Pecco Bagnaia. Juara dunia MotoGP 2 kali itu sekali lagi berhasil meraih podium, tapi kecepatannya belum cukup untuk bertarung memperebutkan kemenangan. “Saya gagal paham, apa yang sebenarnya terjadi padanya. Ketika dia dalam kondisi yang tepat dan merasa nyaman dengan motornya, dia adalah pembalap yang sangat kuat,” tegasnya.
Sebagai mantan pembalap Ducati, Dovi paham betul apa yang dirasakan Pecco. Jelas tekanan di tim pabrikan sangat besar. Menurutnya, masalah utama Pecco saat ini bukanlah soal kemampuan murni. “Sekarang saya melihat, seorang juara dunia yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia bukan lagi yang tercepat,” pungkasnya. Dovi tidak mengkritik bakat Pecco tapi menganalisa kondisi mental murid legenda Valentino Rossi itu.







