RiderTua.com – Jorge Martin mengamankan posisi ke-8 dalam pra kualifikasi Jumat sore di Mugello. Rider Aprilia itu tertinggal 0,324 detik dari pembalap tercepat Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) dan terpaut 0,1 detik dari rekan setimnya Marco Bezzecchi yang berada di posisi ke-7.
“Perasaan ini belum pernah saya alami sebelumnya. Itu berarti saya sudah benar-benar mencapai batas kemampuan saya. Di pagi hari saya merasa baik-baik saja tapi di sore harinya saya sangat kesakitan. Tapi terkadang seperti inilah olahraga kami. Meski begitu kami masih bisa meningkatkan performa,” ujar Martin.
Jorge Martin: Mugello Trek yang Berat Bahkan untuk Pembalap dengan Kondisi Fisik Prima

Jorge Martin mengungkapkan betapa rasa sakit itu sangat mempengaruhinya saat melakukan time attack. Dia juga khawatir tidak mampu mencetak lap terbaik di sesi kualifikasi dan mendapatkan hasil yang baik di sprint race, tanpa minum obat pereda nyeri. “Saya seperti tidak bisa bernapas! Saya pasti akan minum obat penghilang rasa sakit. Sekarang saya merasa baik-baik saja, tetapi cedera itu bisa mengalami infeksi dan kita harus mengendalikannya,” jelas juara dunia MotoGP 2024 itu.
Kondisi fisiknya yang belum pulih juga memengaruhi set-up RS-GP miliknya. “Hari ini saya tidak punya feel yang baik terhadap motor. Kami masih harus meningkatkannya, karena sejauh musim ini Mugello adalah trek di mana motor terasa paling buruk bagi saya. Untungnya, kami sudah lebih memahami karakter motor ini dan tahu apa yang harus dilakukan. Bahkan perubahan kecil sekalipun bisa sangat membantu di Mugello,” tegas Martinator.
Martin mengaku bahwa dia harus menemukan kembali kepercayaan dirinya setelah insiden di Barcelona, dimana dia mengalami 6 kali crash dalam 4 hari disana. “Mungkin motor saya baik-baik saja, masalahnya justru ada pada saya! Hari ini saya beberapa kali merasa akan jatuh saat pengereman, meskipun sebenarnya tidak,” ungkap rider asal Madrid itu.
Oleh karena itu, Martin kesulitan jika harus menilai performanya sendiri atau posisi Aprilia dibandingkan dengan para rivalnya. “Saya tidak tahu. Mungkin cukup bagi kami untuk finis di 5 besar, mungkin bahkan kami akan bersaing untuk memperebutkan kemenangan,” ujarnya.

Target Martin hanyalah menyelesaikan sprint race dan Grand Prix pada hari Minggu. Kondisi fisiknya bisa saja menghambatnya. “Saya mungkin harus menjalani balapan dengan lebih berhati-hati, kalau tidak, saya tidak akan bisa sampai finis. Trek ini sangat berat bahkan untuk pembalap dengan kondisi fisik yang prima, apalagi untuk pembalap yang belum pulih sepenuhnya seperti saya,” pungkasnya.
Saat ini Martin berada di peringkat 2 dengan perolehan 127 poin hanya tertinggal 15 poin saja dari Marco Bezzecchi yang memimpin klasemen.






