RiderTua.com – Kini Eksion PHEV nggak sendirian di pasarnya karena ada lebih banyak model yang dijual disini. Dengan kehadiran DFSK E5 Plus, modelnya bakal menjadi lawan sepadan bagi Eksion, tapi apa model ini punya kelebihan untuk menghadang rivalnya?
Eksion PHEV Hadang E5 Plus di Segmennya
Setelah merilis Eksion bulan April lalu, Wuling mampu mencetak hasil penjualan yang cukup memuaskan dari mobil SUV-nya ini. Mereka menawarkan dua varian dalam model PHEV dan EV, tapi versi PHEV-nya yang paling laris terjual dalam beberapa bulan terakhir. Ini sudah menjadi hasil yang bagus setelah sukses meluncurkan Darion PHEV dan EV sekitar pertengahan tahun lalu, dan modelnya dijual sebagai model MPV.

Memang lawannya Eksion di pasar SUV PHEV cukup banyak, tapi kini pasarnya kedatangan lawan baru dari DFSK, yaitu E5 Plus. Dari dimensinya hampir mirip satu sama lain, hanya saja Eksion berukuran sedikit lebih lebar dan lebih jangkung, sehingga memberikannya keunggulan pada ruang kabinnya yang lebih lega. Tentu ini bisa membuat konsumen memuat lebih banyak barang bawaan di dalamnya, termasuk ruang kaki yang lega bagi penggunanya.
Kedua mobil sama-sama dijual sebagai SUV 7-seater, tapi tentunya dengan fitur yang diusung cukup berbeda. Wuling memakaikan fitur seperti ventilated seat dengan electric seat, electric panoramic sunroof, headunit 12,8 inci, panel instrumen 8,8 inci, sampai bagasi belakang maksimal 1.788 liter. DFSK E5 Plus mengandalkan ventilated seat untuk jok baris pertama dan kedua, headunit depan dan jok belakang 15,6 inci, sistem audio 13 speaker, cooler box, hingga 33 ruang penyimpanan.

Fitur Keselamatan
Sebagai mobil SUV yang tangguh, jelas keduanya dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan yang lengkap, dan DFSK E5 Plus punya ADAS dengan 18 fitur di dalamnya. Salah satunya automatic parking assist untuk membantu pengemudi memakirkan mobil dan auto lane change assistance yang bisa membuat mobil berpindah jalur secara otomatis. Fitur semacam ini cukup jarang ditemukan pada mobil seperti ini, bahkan ADAS-nya sudah mencapai level 2.
Eksion PHEV juga punya ADAS level 2 dengan berbagai macam fitur, seperti adaptive cruise control, pengemudi bisa mengendarai mobil dengan nyaman. Kelihatannya keduanya benar-benar nggak mau kalah satu sama lain meski dengan ADAS level 2 yang diusungnya, tapi ini malah membuat persaingan menjadi lebih seru. Apalagi dengan banyaknya pilihan mobil SUV PHEV di Indonesia, tapi kebanyakan masih belum punya ADAS level 2.

Beda Teknologi
Soal teknologi, E5 Plus memakai teknologi PHEV Smart Power System DE-i yang mampu memberikan jarak tempuh sejauh 1.400 km. Ini sudah cukup jauh untuk mobil PHEV seperti E5 Plus, karena biasanya mobil dengan jarak tempuh sejauh itu hanya bisa ditemukan pada mobil REEV atau EREV. Fitur vehicle-2-load mampu menjadikan mobil sebagai generator berjalan kalau sewaktu-waktu ada mati lampu di rumah atau saat berpergian.
Lalu Eksion PHEV mengandalkan mesin bensin 1.500 cc dengan teknologi PHEV yang disebut punya efisiensi bahan bakar yang cukup bagus. Tapi belum ada konfirmasi dari Wuling soal total jarak tempuhnya, walau kemungkinan modelnya bisa menempuh perjalanan lebih dari 700 km untuk ukuran model SUV seperti ini. Mungkin bisa lebih pendek dari yang diduga, tergantung dari gaya berkendara penggunanya, mau ngebut di jalan atau berkendara santai.

E5 Plus menjadi lawan yang cukup sepadan bagi Eksion PHEV, dan mungkin akan menjadi rival yang sulit dihadapi. Meski DFSK tidak punya banyak model yang dijual di Indonesia, bukan berarti mereka bisa diremehkan begitu saja, terbukti dengan E5 Plus yang punya banyak kelebihan pada fitur dan performanya. Ini bisa menjadi halangan baginya karena sama-sama dibanderol Rp 500 jutaan.
Tapi dengan ini persaingan di pasarnya berjalan lebih seru dari biasanya, karena Eksion akhirnya punya lawan yang sepadan baginya. Sementara Eksion masih harus menghadapi model PHEV lainnya dari grup Chery, modelnya harus menjegal kedatangan rival barunya.












