RiderTua.com – Carlo Pernat menyoroti penurunan performa Franco Morbidelli yang sangat drastis di akhir musim 2025. Rider VR46 Ducati itu hanya mencetak 4 poin dalam 2 seri terakhir. Dan yang paling membagongkan adalah insiden di grid start GP Valencia, dimana dia menabrak Aleix Espargaro ketika tes rider Honda itu ‘ujug-ujug’ mengerem dan Franky yang tepat berada di belakangnya tak sempat menghindar. Franky terjatuh, yang membuat tulang metakarpalnya patah dan terpaksa mundur dari balapan.
Padahal sebelumnya, penampilan Franky cukup mengesankan. Rider berusia 31 tahun itu total meraih 4 podium (3 grand prix dan 1 sprint) dan merampungkan musim 2025 di peringkat 7 dalam klasemen. Karena itulah, tidak sulit bagi dirinya untuk mengamankan kontrak 1 tahun di tim milik gurunya Valentino Rossi.
Carlo Pernat: Franco Morbidelli Sudah Tidak Punya ‘Jiwa’ Seorang Pembalap Lagi

Penurunan performa Franco Morbidelli berlanjut di musim 2026. Hasil terbaiknya hanyalah finis di posisi ke-8 pada balapan pembuka musim di Thailand. Dalam 22 balapan di paruh pertama musim, dia sudah membukukan 13 kali crash. Saat ini rider asal Roma Italia itu berada di peringkat 16 dengan mengumpulkan 46 poin dalam klasemen.
Menurut Carlo Pernat, secara mental Franky sudah menyerah sejak awal musim. “Franky secara mental sudah keluar dari kejuaraan, bukan hanya dalam hal kemampuan berkendara. Itu sangat disayangkan, karena dulu saat masih bersama Yamaha, dia selalu berada di barisan depan,” ujarnya.
Pernat melanjutkan, “Menurut saya crash hebat yang dialaminya di Estoril (Portugal) musim lalu, benar-benar menyakitinya. Saya tidak tahu, apakah sampai sekarang dia masih merasakan dampaknya. Tapi jelas ada sesuatu yang berubah dalam pikirannya, karena dia bukan lagi pembalap yang kita kenal. Saya ingat, beberapa tahun lalu dia pernah bertarung sengit melawan Enea Bastianini. Tetapi dia terlalu impulsif sehingga sering mengalami crash.”

Pernat tak habis pikir, mengapa performa Franky merosot tajam padahal dia mendapat dukungan yang kuat dari timnya. “Jangan lupa, dia balapan untuk tim yang memiliki teknisi-teknisi yang berpengalaman. Di VR46, para insinyurnya adalah orang-orang yang sama yang pernah bekerja dengan Valentino. Ini adalah tim yang kuat dan terorganisir dengan baik. Franco mendapat dukungan penuh dari Valentino, yang merupakan teman sekaligus gurunya,” jelas manajer gaek asal Italia itu.
Manajer berusia 77 tahun itu menambahkan, “Tetapi masalahnya, dia sudah kena mental duluan. Seperti sebuah ungkapan di Italia, ‘rantainya sudah putus sejak beberapa tahun yang lalu’. Sebenarnya saya tidak suka mengatakannya, tetapi dia adalah seorang pembalap yang mungkin sudah tidak memiliki ‘jiwa’ pembalap lagi. Penilaian saya terhadap paruh pertama musim Morbidelli, tidak memuaskan. Tetapi saya berharap, jika dia ingin terus balapan, dia akan menemukan tempat di Kejuaraan Dunia Superbike.”

Tapi Morbidelli bukanlah satu-satunya pembalap yang kehilangan tempat di MotoGP tahun depan. Saat ini ada 4 pembalap lainnya yang karirnya di kelas utama berada di ujung tanduk yakni Jack Miller, Alex Rins, Maverick Vinales, dan Brad Binder.












