Home MotoGP Mick Doohan: Saya Gagal Paham Sama Ducati, Ini Aprilia yang Berkembang Pesat...

    Mick Doohan: Saya Gagal Paham Sama Ducati, Ini Aprilia yang Berkembang Pesat atau Justru Ducati yang Merosot

    Mick Doohan - Ducati- Aprilia - Marc Marquez - Marco Bezzecchi
    Mick Doohan - Ducati- Aprilia - Marc Marquez - Marco Bezzecchi

    RiderTua.com – Bro-Sis pembaca setia RiderTua. Menurut legenda Mick Doohan, masih terlalu jauh untuk menilai perebutan gelar dunia MotoGP 2026 karena musim baru berjalan 3 seri. Tapi yang bikin juara dunia 500cc 5 kali itu tak habis pikir adalah Ducati. Pabrikan asal Borgo Panigale itu sukses memenangkan gelar dunia dalam 4 tahun terakhir, namun belum memenangkan satu race utama pun musim ini. Kemenangan terakhir mereka diraih Alex Marquez di GP Malaysia pada Oktober tahun lalu..

    Sebaliknya, rival sekaligus tetangga mereka Aprilia menunjukkan peningkatan performa yang sangat signifikan. Pembalapnya Marco Bezzecchi berhasil memenangkan 5 grand prix berturut-turut sejak GP Portugal 2025 hingga GP Amerika 2026. Kini rider asal Rimini Italia itu memimpin klasemen pembalap 2026 dan Aprilia memimpin klasemen konstruktor. Sedangkan Jorge Martin, saat ini berada di peringkat 2 kalah tipis dari Bezzecchi yakni hanya 4 poin saja.

    Mick Doohan: Saya Gagal Paham Sama Ducati, Ini Aprilia yang Berkembang Pesat atau Justru Ducati yang Merosot

    Maco Bezzecchi - Marc Marquez
    Maco Bezzecchi – Marc Marquez

    Selain 3 kemenangan grand prix yang diraih Marco Bezzecchi, Jorge Martin menambahkan 1 kemenangan Sprint (di Brasil) dan beberapa podium. Sementara Raul Fernandez dari tim Trackhouse Aprilia meraih podium di Thailand dengan finis ke-3 dan Ai Ogura finis ke-5.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Di sisi lain, satu-satunya kemenangan Ducati adalah kemenangan Sprint yang diraih Marc Marquez di Brasil. Namun saat ini juara dunia 9 kali itu masih dalam masa pemulihan pasca operasi bahu. Sejauh ini dia belum meraih podium dalam race utama. Rider berusia 33 tahun itu DNF karena ban belakangnya rusak dalam race utama di Buriram, finis ke-4 di GP Brasil, dan finis ke-5 dalam race utama di Austin.

    Pembalap Ducati terbaik di klasemen adalah Fabio Di Giannantonio dengan menempati peringkat 4 dan hanya terpaut 5 poin dari Marquez yang berada di peringkat 5. Sementara itu, dibandingkan periode yang sama tahun lalu Ducati turun 42 poin di klasemen konstruktor sementara Aprilia naik 68 poin.

    Jorge Martin - Marco Bezzecchi - Pedro Acosta
    Jorge Martin – Marco Bezzecchi – Pedro Acosta

    Mick Doohan mengatakan, “Saya rasa masih terlalu dini untuk membicarakan musim ini. Balapan akan segera kembali ke Eropa. Kita lihat saja apa yang terjadi. Yang tidak saya mengerti adalah Ducati. Saya tidak yakin, apakah Aprilia yang mengalami peningkatan besar atau Ducati yang justru mengalami penurunan. Jika memang ini yang terjadi, mengapa mereka mengalami penurunan?”

    “Namun tampaknya tim satelit VR46 berperforma lebih baik daripada tim pabrikan Ducati. Jika demikian adanya, siapa yang memimpin pengembangannya? Apakah mereka telah bergerak ke arah yang benar? Tetapi saya gagal paham, apakah Aprilia yang melangkah maju atau Ducati yang merosot,” imbuh mantan pembalap asal Australia itu.

    Meski baru saja pulih dari cedera parah, Martin menunjukkan kalau dia sudah kembali ke performa terbaiknya. Kepercayaan diri dan pengetahuannya tentang RS-GP terus meningkat di setiap balapan.

    Jorge Martin - Marco Bezzecchi
    Jorge Martin – Marco Bezzecchi

    Doohan mengungkapkan, “Bezzecchi berhasil melakukan pekerjaan luar biasa dengan motor itu, dia sangat kuat dalam satu lap dan dalam jarak balapan. Aprilia terlihat sangat kuat. Soal Martin, saya menyukainya. Dia rendah hati, manusia biasa, dan sangat cepat.”

    “Kita melihat itu ketika dia memenangkan juara dunia dengan Ducati bersama tim Pramac. Sayangnya, dia banyak cedera tahun lalu. Dia melewati masa-masa sulit bersama Aprilia. Sekarang, dia memulai musim dengan baik. Dia berada di peringkat 2 di kalsemen. Semuanya berjalan lancar untuknya, kecuali dia harus berlatih melakukan selebrasi pada lap kemenangannya!” pungkasnya sambil tersenyum.

    BTW, Jorge Martin crash saat melakukan wheelie ketika merayakan kemenangan pertamanya bersama Aprilia di Sprint race COTA.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini