RiderTua.com – Sepertinya kejuaraan dunia MotoGP sedang mengalami pergantian era, seperti yang diungkapkan oleh tes rider Ducati: Michele Pirro.. Aprilia akhirnya bisa mengungguli Ducati dan inilah kenyataan pahit… Hingga musim lalu, Ducati adalah motor yang tak terkalahkan, dengan Marc Marquez dan adiknya Alex di puncak klasemen..
Kini Aprilia memulai musim dengan kuat, langsung tancap gas di awal musim, menyapu bersih tiga kemenangan lewat performa luar biasa Marco Bezzecchi.. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi di dalam markas Borgo Panigale? apakah mesinnya ngambek?
▶Daftar Isi
Ducati Mulai Goyah, Aprilia Tancap Gas: Pengakuan Jujur Michele Pirro

Musim MotoGP 2026 langsung memutus rekor panjang & bersejarah Ducati, pabrikan Italia warna merah itu absen dari podium setelah 88 balapan berturut-turut. Ini adalah alarm pertama bagi Desmosedici, yang kesulitan dengan motor versi pabrikan GP26 dan GP25. Sementara selama musim dingin, pabrikan yang berbasis di Noale, Aprilia ini melakukan peningkatan teknis yang signifikan… Tinggal menunggu pembuktian lanjutan saat seri Eropa dimulai, dimulai dari Grand Prix Jerez, yang biasanya jadi ‘kandang’ favorit Marquez bersaudara.
Di sisi lain Ducati tidak tinggal diam, mereka sedang bekerja di dua arah sekaligus: evolusi GP26 tahun ini dan menyiapkan motor baru untuk era mesin 850cc mulai 2027. Pengujian dipimpin oleh tes rider berpengalaman Michele Pirro, yang merupakan aset penting bagi tim merah…

Pirro secara sportif mengakui keunggulan rivalnya…”Memang begitulah olahraga, selalu ada siklus. Sekarang giliran Aprilia yang bersinar, mereka lagi di puncak performa,” jelasnya kepada Corriere Romagna.
Dia melanjutkan.. “Ini adalah sesuatu yang pasti akan terjadi cepat atau lambat. Kami memiliki beberapa keterbatasan, tetapi kami mengatasinya. Marc belum dalam kondisi terbaik, sementara Aprilia sudah menunjukkan progres besar sejak akhir musim lalu dan langsung meledak di awal musim ini. Kejuaraan Dunia masih panjang, dan saya yakin kami dapat merespons. Jeda ini positif, juga untuk memungkinkan Marc pulih,” kata Pirro yang menurutnya libur balapan akibat GP Qatar ditunda, bisa membantu Marc memulihkan kondisi.

Setelah crash Mandalika musim lalu. Ia juga mengalami crash lain, dengan kecepatan hampir 200 km/jam, selama akhir pekan MotoGP di Texas. Infonya Marc Marquez masih belum dalam kondisi terbaiknya, akibatnya tidak dapat sepenuhnya memanfaatkan potensi Desmosedici. Kondisi ini mulai memunculkan tanda tanya soal masa depannya. Marc sendiri sudah bilang berkali-kali, dia hanya akan memperpanjang kontrak kalau bahu kanannya benar-benar pulih. Sampai sekarang, belum ada pengumuman resmi soal kontraknya dengan Ducati..
Seri Jerez bakal jadi momen krusial buat musim ini. karena trek ini sangat cocok dengan gaya balap Marc Marquez… ia akan tiba di putaran kandangnya setelah istirahat panjang, yang seharusnya memastikan ia dalam kondisi prima. Selain itu, akan ada sesi uji coba MotoGP untuk mengevaluasi inovasi teknis.
“Aprilia akan kuat di Jerez, dan Bezzecchi tampaknya sangat kompetitif, tetapi saya pikir kami bisa melakukannya.. Masih ada banyak hal yang bisa kami tingkatkan. Mungkin kita lebih kompetitif pada hari Sabtu daripada hari Minggu, tetapi itu bagian dari olahraga ini. Kita sedang mengejar, tetapi kita juga sedang mengerjakan proyek 2027, jadi kita masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” tegas Michele Pirro yang harus membagi fokus ke proyek 2027(pekerjaan mereka memang lagi numpuk)..
Alex Marquez Belum Menyerah

Sementara itu, Alex Marquez belum mau angkat tangan. Dalam MotoGP, yang penting bukan start, tapi finis. Peluang masih terbuka lebar, dan Marc Marquez tetap menjadi favorit untuk memenangkan gelar juara dunia. Saudaranya, Alex, punya kenangan manis di Jerez musim lalu…
“Saya dapat kemenangan pertama saya di sana. Semoga kami bisa memanfaatkan momen ini buat membalikkan keadaan setelah start musim yang lebih sulit dari perkiraan,” kata pembalap Gresini itu.
MotoGP akan kembali ke lintasan setelah istirahat hampir sebulan, di mana para pembalap dan tim memanfaatkan kesempatan untuk mencoba memulihkan diri. Bagi Alex Marquez, hal itu tidak berbeda…

“Jeda ini penting buat mengembalikan keseimbangan dan balik ke 100%. Saya bisa habiskan waktu dengan keluarga dan kembali latihan supaya datang ke balapan dengan kondisi terbaik,” pungkasnya..
Kalau lihat situasinya sekarang, vibe-nya jelas beda banget dibanding musim lalu. Ducati yang biasanya dominan mulai kelihatan goyah, sementara Aprilia lagi panas-panasnya kayak lagi ‘on fire’.. Tapi ya namanya MotoGP, ceritanya bisa kebalik kapan aja. Tinggal nunggu Jerez, di situlah kita bakal lihat: ini cuma start kencang Aprilia… atau beneran tanda era baru dimulai.









