Home Otomotif Penjualan Toyota Kijang Innova dan Fortuner Diesel Turun 30 Persen!

    Penjualan Toyota Kijang Innova dan Fortuner Diesel Turun 30 Persen!

    Penjualan Mobil MPV terlaris Toyota Kijang Innova TAM
    Toyota Kijang Innova

    RiderTua.com – Di tengah elektrifikasi mobil secara besar-besaran, masih ada produsen yang menjual mobil diesel sampai sekarang. Meski peminatnya masih banyak, ada model yang penjualannya malah turun drastis akibat harga bahan bakarnya yang melambung tinggi.

    β–ΆDaftar Isi

    Innova Reborn dan Fortuner Masih Tawarkan Mesin Diesel

    Memang Toyota dikenal dengan lini mobil hybrid-nya yang cukup lengkap di Indonesia, tapi bukan berarti mereka mengabaikan model bermesin dieselnya begitu saja. Buktinya Kijang Innova Reborn dan Fortuner masih memakai mesin diesel, bahkan All New Hilux yang dirilis beberapa minggu lalu tetap menawarkan pilihan mesin ini. Walau soal penjualannya, Innova Reborn dan Fortuner Diesel yang paling banyak dicari konsumen sampai sekarang.

    Penjualan Mobil bekas Toyota Kijang Innova Reborn TAM
    Toyota Kijang Innova Reborn

    Namun baru-baru ini Toyota mengaku penjualan kedua mobilnya tersebut turun drastis dalam beberapa bulan terakhir. Kalau dibandingkan dengan hasil sepanjang kuartal pertama tahun ini, hasil penjualan Innova Reborn Diesel turun 20 persen, sementara Fortuner Diesel turun 30 persen. Jelas penurunan ini dianggap cukup signifikan, apalagi untuk model yang sudah dikenal luas oleh konsumen Indonesia sampai sekarang.

    Penurunan drastis ini tentu saja disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakarnya, dan ini sudah tidak bisa dihindari lagi oleh produsen otomotif. Harga solar kini mencapai Rp 20 ribu unit per liter, meski sebelumnya pernah tembus sekitar Rp 30 ribu per liter. Karena harganya yang naik drastis ini, jelas biaya operasional mobil diesel ikut membengkak, dan ini sudah membuat konsumen harus berpikir dua kali sebelum membelinya.

    Toyota Fortuner Malaysia
    Toyota Fortuner

    Pakai Bahan Bakar Khusus

    Sebenarnya biodiesel bisa menjadi alternatif bagi pemilik Kijang Innova Reborn maupun Fortuner Diesel, hanya saja kedua mobil Toyota ini masih direkomendasikan memakai bahan bakar khusus. Tentunya agar mesinnya bisa tetap terjaga dengan baik tanpa adanya masalah gara-gara diisi bahan bakar yang tidak sesuai spek. Disebutkan mesin diesel yang menggunakan standar emisi Euro 4 atau tanpa sistem DPF hanya bisa menenggak bahan bakar yang minim sulfur.

    Kalau diisi tidak sesuai rekomendasi, bisa-bisa mesinnya yang rusak karena memakai bahan bakar dengan kandungan sulfur cukup tinggi seperti Biosolar. Terlebih mobil dengan mesin diesel Euro 4 punya pilihan bahan bakar yang sedikit, karena pilihannya hanya ada dua sejauh ini, yaitu Pertamina Dex dan Shell V-Power Diesel. Kelihatannya ini cukup rumit bagi pemilik yang awalnya membeli mobil diesel karena harga bahan bakarnya lebih murah, baik itu mesin berstandar Euro 4 atau tidak.

    Toyota Fortuner Motor Philippines
    Toyota Fortuner

    Penjualan Bisa Pulih?

    Melihat dari harga bahan bakar untuk mobil diesel dalam beberapa bulan terakhir, tentu tidak mengherankan kenapa konsumen belum mau membelinya untuk sekarang. Toyota sudah cukup kesulitan untuk meningkatkan penjualannya dalam beberapa bulan terakhir di tengah kondisi yang tidak menentu. Bahkan kalaupun diberikan diskon sekalipun sepertinya itu belum cukup untuk meningkatkan hasil yang didapat dari mobil dieselnya.

    Mereka berharap penurunan ini hanya bisa bertahan sementara saja, dan ke depannya bisa meningkat lagi. Walau ini tergantung dari banderol solar yang dipatok sejauh ini, kalau harganya masih terlalu mahal, cukup sulit bagi Kijang Innova Reborn maupun Fortuner untuk mencetak hasil yang lebih maksimal. Belum lagi mobil diesel lainnya yang dijual di Indonesia, termasuk pikap double cabin yang menjadi andalan Toyota.

    Toyota Fortuner GR Sport South Africa
    Toyota Fortuner GR Sport

    Kalau sudah begini, sepertinya konsumen harus beralih ke mobil bermesin bensin biasa, dan Fortuner serta Kijang Innova sudah punya pilihannya. Yang dikhawatirkan yaitu kalau penjualan Innova Diesel terus menurun, ada kemungkinan modelnya disetop produksi dan penjualannya begitu saja. Tapi ini semua tergantung dari keputusan Toyota, apa mereka masih lanjut jualan mobil diesel di Indonesia atau tidak.

    Sementara Kijang Innova Zenix tetap menjadi penyumbang utama penjualannya disini, apalagi model hibridanya. Untuk model yang ini sudah nggak bisa diragukan lagi soal performa penjualan yang didapat, karena selama konsumen masih mencari mobil hybrid, penjualannya tetap lancar jaya.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini