Home MotoGP Luca Marini: Honda Kalah 1 Detik Per Lap dari Aprilia, Itu Gap...

    Luca Marini: Honda Kalah 1 Detik Per Lap dari Aprilia, Itu Gap yang Sangat Besar!

    Luca Marini
    Luca Marini

    RiderTua.com – Luca Marini kembali menjadi gacoan Honda setelah rekan setimnya Joan Mir crash di lap pertama dalam race hari Minggu di Silverstone. Rider Italia itu finis di posisi ke-9 tertinggal 23,8 detik dari pemenang balapan, Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia). Jelas, hasil ini sangat memuaskan mengingat dia gagal mencetak poin dalam sprint hari Sabtu. Dalam balapan 10 lap kemarin, Luca hanya finis ke-12 sementara Mir finis ke-7.

    Start dari posisi ke-15, Marini sempat kehilangan beberapa posisi di tikungan-tikungan awal. Setelah itu, dia perlahan bangkit dan terus merangsek maju melalui beberapa aksi overtake. Kekhawatiran soal degradasi ban yang parah, seperti yang diperkirakan setelah sprint, ternyata tidak terjadi.

    Luca Marini: Honda Kalah 1 Detik Per Lap dari Aprilia, Itu Gap yang Sangat Besar!

    Hasil Race MotoGP Inggris 2026
    Hasil Race MotoGP Inggris 2026

    Luca Marini menjelaskan, “Tidak, sama sekali tidak terjadi. Kondisinya persis seperti tahun-tahun sebelumnya. Memang harus sedikit mengatur penggunaan ban, tapi itu bukan masalah besar. Bagi saya pribadi, ini adalah balapan yang luar biasa. Sayangnya, aksi saya tidak terlihat karena saya jarang sekali disorot di TV. Namun, saya menjalani balapan dengan sangat baik dan berhasil melakukan beberapa manuver menyalip yang luar biasa.”

    “Start saya sangat buruk. Saya kehilangan banyak posisi di dua tikungan pertama, tetapi setelah itu saya berhasil memperbaiki posisi secara signifikan. Saya sangat senang dengan cara saya mengelola bahan bakar dan ban, serta manuver menyalip yang berhasil saya lakukan.”

    “Saya semakin baik dalam hal itu, dan itulah yang saya butuhkan untuk masa depan. Ini juga menjadi hal yang saya fokuskan di sisa musim ini. Fokus pada pengembangan diri sendiri adalah kunci saat ini, untuk terus meningkat dan meraih hasil seperti ini dengan motor yang kami miliki sekarang,” imbuh rider berusia 28 tahun itu.

    Luca Marini
    Luca Marini

    Meski puas dengan hasil pribadinya, Marini tetap realistis mengenai kemampuan Honda saat ini. Menurutnya, ada ‘batas’ yang cukup jelas yang masih harus dihadapi Honda. “Melakukan lebih dari ini memang sulit. Setidaknya di sirkuit ini, itulah kenyataannya. Kalah lebih dari 1 detik per lap dari Aprilia, itu luar biasa. Gapnya benar-benar sangat besar,” ungkap Maro.

    Setelah mencoba berbagai set-up berbeda-beda selama paruh pertama musim, Marini kini meminta Honda untuk mengurangi eksperimen. Terlebih lagi, pengembangan lebih lanjut untuk motor RC213V bermesin 1000 cc praktis sudah tidak lagi menjadi prioritas. Fokus Honda kini beralih ke motor 850 cc yang akan digunakan mulai musim depan. “Kami sudah mencoba segalanya. Kami sudah mengubah segalanya. Namun pada akhirnya, feel, karakter, dan DNA motor tersebut tetap sama,” ujarnya.

    Karena itulah Marini kini memilih mempertahankan basis set-up yang konsisten dan lebih fokus meningkatkan performanya sendiri. Menurutnya, aspek yang paling perlu diperbaiki adalah sesi kualifikasi. Karena di Silverstone, dia harus start dari posisi ke-15.

    “Itulah hal yang paling kami butuhkan tahun ini. Performa saya selalu terbaik pada hari Minggu, dan biasanya saya menjadi pembalap terdepan di antara motor Jepang. Potensi untuk tampil apik di hari Minggu itu ada. Namun selalu start dari posisi ke-15 atau ke-16, membuat segalanya menjadi sangat sulit. Saya ingin balapan yang sedikit lebih mudah. ​​Start dari posisi ke-8 atau ke-9 akan sangat fantastis,” ujar putra Mama Stefania Palma itu.

    Masalah lain yang juga sangat penting adalah kurangnya grip pada bagian belakang motor. Namun, upaya untuk memperbaikinya justru menimbulkan dampak negatif lain. “Kami jelas menginginkan cengkeraman lebih. Namun setiap kali kami mencoba mendapatkan lebih banyak grip, motor menjadi sangat tidak stabil. Motor mulai berguncang hebat saat akselerasi, dan sistem kontrol traksi bekerja sangat keras. Saya kehilangan banyak waktu karenanya,” ungkap Marini.

    Marini melihat Honda menghadapi dilema yang sangat sulit ketika harus menentukan set-up motor. “Kami selalu harus mencari keseimbangan. Cengkeraman saat motor miring maksimal tidak cukup untuk mencatatkan waktu yang cepat. Namun, jika kami mencoba menghasilkan lebih banyak cengkeraman, motor mulai berguncang hebat saat kami menegakkannya kembali selepas tikungan,” imbuhnya.

    Marini juga menyadari bahwa Joan Mir belakangan ini tampil lebih baik di sesi kualifikasi. “Joan melakukan pekerjaan yang luar biasa. Dalam beberapa balapan terakhir dia melakukan hard braking sekaligus late braking, yang memungkinkannya membuat perbedaan di kualifikasi dibandingkan dengan saya. Saya jelas bisa melakukan perbaikan di aspek ini,” pungkas adik legenda MotoGP Valentino Rossi itu.

    Luca Marini Tinggalkan Honda, Merapat ke KTM Tech3 dan Buka Jalan Bulega ke VR46
    Luca Marini

    Usai balapan di Silverstone, Marini bertahan di peringkat 10 dan tetap menjadi pembalap Honda dengan peringkat tertinggi dalam klasemen. BTW, hingga detik ini masa depan Marini masih belum pasti. Kabarnya dia akan bergabung dengan tim Tech3 KTM tahun depan, namun belum juga diumumkan secara resmi hingga kini. Kabarnya dia akan menjadi rekan setim Senna Agius (pembalap Moto2 yang saat ini berada di peringkat 3 dalam klasemen) untuk 2027.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini