RiderTua.com – Fabio Quartararo menunjukkan rasa frustrasinya setelah gagal mencetak poin di Aragon. Juara dunia MotoGP 2021 itu DNF pada sprint race karena motornya rusak hingga mengeluarkan asap yang cukup tebal. Kemudian hasil race utama hari Minggu juga tidak lebih baik. El Diablo finis di posisi ke-19 alias keri dewe.
Quartararo tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap situasi yang dia alami saat ini. Namun, rasa frustrasinya memuncak sepanjang akhir pekan di Aragon. Dia menegaskan bahwa dia tidak akan membantu Yamaha mencari solusi lagi. “Untuk masa depan, saya tidak dalam posisi untuk membantu. Dan karena alasan pribadi, saya juga tidak ingin membantu,” ujarnya kepada media Prancis, yang menggambarkan panasnya hubungan Quartararo dengan Yamaha saat ini.
Fabio Quartararo Ngambek: Karena Alasan Pribadi Saya Tak Mau Lagi Membantu Pengembangan Yamaha

Tidak ada asap kalau tidak ada api. Menurut laporan Motorsport versi Prancis, Quartararo mengungkapkan bahwa Yamaha menolak mengizinkannya mengikuti tes ban Pirelli yang dijadwalkan pada Senin (21 September) setelah GP Austria. Tes ini merupakan bagian dari persiapan menuju regulasi MotoGP 2027. Setelah tes di Brno, rencananya akan ada tes satu lagi setelah balapan di Red Bull Ring, agar para pembalap bisa mencoba ban Pirelli yang akan mulai digunakan tahun depan.
Karena banyak pembalap akan pindah tim di akhir musim, jadi hanya sedikit pembalap yang ambil bagian saat menjajal ban Pirelli dalam tes di Brno. Sebelumnya, Pecco Bagnaia juga sempat mengeluhkan situasi ini. Meski begitu, kemungkinan akan ada lebih banyak motor yang ikut dalam tes di Red Bull Ring Austria nanti.
Tetapi Quartararo mengatakan bahwa Yamaha sudah memberi tahu bahwa dia tidak akan diizinkan ikut dalam tes di Austria. Akibat keputusan itu, rider berusia 27 tahun itu ngambek dan menegaskan bahwa dirinya sudah tidak punya keinginan lagi untuk membantu Yamaha mengembangkan motor saat ini demi persiapan musim 2027.

~ Quartararo menjelaskan, “Biar semuanya jelas, begini kejadiannya. Saya tidak tahu apakah sebaiknya saya mengatakan ini, tapi saya akan tetap mengatakannya. Sebenarnya saya ingin melakukan tes di Austria. Namun sayangnya, Yamaha tidak mengizinkan saya menjajal ban Pirelli. Saya ingin melakukan sesuatu, tetapi mereka tidak mengizinkan saya.”~
“Secara pribadi, saya tidak ingin mengembangkan motor untuk para pembalap Yamaha musim 2027. Jadi, kalau ada yang bisa kami tingkatkan untuk tahun ini, saya akan melakukannya. Tapi saya tidak akan memaksakan diri hingga batas maksimal dan bertindak seperti tes rider, seperti yang saya lakukan akhir pekan ini,” tegasnya.
Di Silverstone, Quartararo mengungkapkan bahwa keinginannya untuk meninggalkan Yamaha sudah ada sejak tes pasca musim 2025 di Valencia. “Saat tes Valencia tahun lalu, saya merasa membutuhkan sesuatu yang baru. Di situlah kami memutuskan untuk berpisah dengan Yamaha. Saat itu saya belum tahu akan bergabung dengan tim mana, tetapi saya tahu saya ingin pindah tim, dan menurut saya itu adalah waktu yang tepat,” ungkapnya.
Karena Yamaha sudah tidak punya peluang mempertahankan Quartararo, wajar jika mereka tidak ingin memberinya keuntungan lebih awal dengan membiarkannya menjajal ban Pirelli sebelum dia resmi pindah ke Honda. Namun keputusan itu mungkin justru bisa menjadi bumerang bagi Yamaha sendiri.

Fabio Quartararo Resmi Gabung Honda untuk MotoGP 2027Sebagai perbandingan, saat tes dengan ban Pirelli di Brno pada Juni lalu, KTM justru memilih menurunkan Pedro Acosta menggunakan prototipe motor 850 cc mereka. Pit Beirer (direktur olahraga KTM) secara terbuka menjelaskan alasannya, “Bagi kami, alasannya cukup sederhana. Pedro adalah pembalap KTM tercepat dan terbaik yang pernah kami miliki, maupun yang ada saat ini. Jadi, kami ingin mendapatkan data ‘acuan’ dari pembalap terbaik kami.”
Ketika ditanya soal perkembangan Yamaha M1 V4, Quartararo mengatakan, “Saya berharap hasilnya akan jauh lebih baik daripada sekarang. Terutama kalau melihat tes pertama kami di Barcelona. Sebenarnya tes itu juga tidak luar biasa, karena kami malah lebih lambat daripada motor Inline-4, tetapi kondisi treknya memang kurang bagus.”
“Sebenarnya catatan waktu saya tidak buruk, mengingat itu pertama kalinya saya mengendarai motor tersebut. Saya juga cukup cepat. Masalahnya, pada September, Oktober, dan November kami tidak membuat kemajuan berarti. Bahkan sekarang paket motor yang kami gunakan masih sangat mirip dengan versi pertama yang saya coba dulu.”

“Saat memulai proyek baru, biasanya kemajuan di awal terlihat besar. Setelah itu barulah terasa bahwa sangat sulit mencari peningkatan bahkan hanya 0,1 detik saja. Tapi kami bahkan tidak pernah melakukan lompatan besar dari motor baru ke motor yang sekarang, yang usianya sudah hampir 1 tahun. Itulah sebabnya saya merasa kami benar-benar berada dalam situasi yang sulit,” pungkas rider asal Nice Prancis itu.
Pernyataan Quartararo ini menggambarkan bahwa perkembangan motor V4 Yamaha jauh lebih lambat dari yang diharapkan. Dalam pengembangan motor baru, biasanya peningkatan terbesar terjadi pada tahap awal. Namun menurutnya, Yamaha justru gagal mendapatkan kemajuan besar sejak pertama kali motor itu diuji hingga sekarang.
Karena perkembangan motor V4 Yamaha masih tertinggal, tim sebenarnya membutuhkan semua bantuan yang bisa didapat untuk mengembangkan motor mereka menuju musim 2027. Namun, retaknya hubungan antara Quartararo dan Yamaha berpotensi membuat proses pengembangan itu semakin terganggu. Jika situasi ini terus berlanjut, keputusan Yamaha dan sikap Quartararo bisa berdampak negatif pada persiapan tim menghadapi musim depan.

Quartararo saat ini berada di peringkat 15 dengan mengumpulkan 55 poin sekaligus menjadi pembalap terbaik Yamaha di klasemen. Sementara 3 pembalap Yamaha yang lain seperti Jack Miller, Alex Rins, dan Toprak Razgatlioglu masing-masing hanya menempati peringkat 19, 20, dan 21.












