RiderTua.com – Dua merek asal China ini benar-benar bersaing cukup ketat di pasar roda empat secara global sampai sekarang. Tidak hanya penjualan, mereka juga mencetak hasil yang memuaskan dari ekspornya, dengan hasil nyaris tembus 200 ribu unit bulan lalu.
▶Daftar Isi
Hasil Penjualan dan Ekspor Masih Cukup Memuaskan
BYD dan Chery menjadi merek yang cukup terkenal di pasar global, mengingat mereka memegang hasil penjualan yang cukup tinggi. Tentu ini membuatnya cukup tangguh dalam menghadapi ketatnya persaingan di pasar roda empat yang masih didominasi oleh merek asal Jepang maupun Eropa. Toyota hingga Volkswagen menjadi rival yang tidak bisa diremehkan lagi, tapi keduanya masih bisa menyaingi merek tersebut dengan lini produk ramah lingkungannya.

Dalam beberapa bulan terakhir, kedua merek asal China tersebut mengirim banyak mobil dari kampung halamannya ke berbagai negara di seluruh dunia. Tidak heran kenapa angka ekspornya cukup tinggi hingga nyaris tembus 200 ribu unit selama sebulan, dimana BYD mengirim 188.746 unit mobil dan Chery 196.984 unit ke luar negeri. Selisihnya hanya mencapai 8.238 unit saja, dan ini membuktikan kalau keduanya tetap bersaing ketat bahkan sampai ke pasar global.
Soal penjualan dalam negeri juga masih cukup bagus, meski keduanya masih dihadapkan dengan penurunan peminat mobil ramah lingkungan di China. Tapi baik BYD maupun Chery masih bisa mencetak hasil penjualan yang memuaskan dan masih menjadi salah satu merek mobil terlaris di pasar roda empat sampai sekarang. Terlebih lini produknya yang begitu lengkap dan dibanderol terjangkau, menjadikannya sebagai mobil yang cukup menjanjikan bagi konsumennya.

Penjualan di Pasar Global
Untuk penjualan di pasar global, Chery sudah menjual 280.128 unit mobil, dan 196 ribu unit didatangkan langsung dari China. Dari hasil yang didapat tersebut, 120.909 unit disumbangkan dari mobil energi baru atau NEV (new energy vehicle), entah itu mobil listrik atau PHEV. Hasil ini juga naik drastis hingga 69,8 persen dari bulan Agustus 2025, dan ini sudah menjadi hasil yang cukup memuaskan bagi merek asal Negeri Tirai Bambu tersebut.
Sementara BYD masih unggul jauh dari rivalnya tersebut, dengan 433.384 unit terjual di pasar global, tapi kenaikannya hanya mencapai 16,7 persen saja. Tetap saja, hasil tersebut sudah cukup untuk menjadikannya sebagai salah satu merek China paling tangguh di seluruh dunia hingga kini. Asalkan kalau mereka bisa menghadang merek senegaranya, sebab makin lama makin banyak merek yang ikut melakukan ekspansi di pasar global.

Banyak Merek Baru, Persaingan Makin Ketat?
Dari Geely, Great Wall Motor (GWM), Wuling, DFSK, XPeng, dan masih banyak lagi mulai memperluas jaringan penjualannya secara global, dan ini membuatnya menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari lagi. Sebab mau tak mau mereka harus bersaing dengan merek senegaranya lagi, walau itu bukan menjadi masalah kalau keduanya sudah lebih dulu punya strategi yang solid. Seperti menghadirkan mobil ramah lingkungan yang dicari banyak orang, yaitu harga yang murah tapi punya kualitas bagus.
Karena merek asal Jepang dan Eropa masih belum banyak mengisi pasar mobil listrik dan PHEV di Indonesia, BYD dan Chery langsung mengisinya dengan produk-produk unggulannya. Hasilnya terlihat jelas dari pangsa yang dipegangnya lebih tinggi ketimbang kompetitornya, dan ini cukup untuk mengunci posisi teratasnya. Tetap saja, mereka harus mempertahankan posisinya tersebut agar membendung serbuan model baru dari rivalnya.

Meski mendapat hasil ekspor yang memuaskan ini, keduanya nggak boleh puas dulu, karena mereka masih harus bertahan dari serangan kompetitor yang juga melakukan ekspansi di pasar global. Tidak sedikit diantaranya juga langsung menjual model BEV maupun PHEV begitu hadir di suatu negara, tidak hanya Indonesia saja. Kelihatannya ini akan menjadi sesuatu yang menarik, mengingat merek Jepang hingga Eropa mulai mengejar ketertinggalannya.
Ini berarti BYD hingga Chery harus terus memperluas lini produknya agar posisinya di pasar BEV dan PHEV bisa dipertahankan.












