RiderTua.com – Setelah sempat diperkenalkan sebelumnya, akhirnya harga model PHEV anyar dari BYD ketahuan juga, yaitu mulai dari Rp 298 juta. Mungkin ada yang penasaran kenapa mobil seperti M6 DM bisa dibanderol cukup terjangkau, padahal biasanya mobil seperti ini dijual lebih mahal lagi.
▶Daftar Isi
Mobil Anyar BYD Dibanderol Kurang Dari Rp 300 Juta
BYD M6 DM terlihat cukup menarik meski berupa versi PHEV dari M6 yang sudah dijual duluan dua tahun lalu. Tetap saja, karena menjadi mobil PHEV pertama dari BYD, banyak yang penasaran seperti apa harganya, mengingat kebanyakan mobil jenis ini dibanderol lumayan mahal disini. Rata-rata harganya bisa tembus lebih dari Rp 500 juta bahkan ada yang melebihi Rp 1 miliar, itupun tergantung dari jenis mobilnya.

Karena BYD M6 DM dijual sebagai mobil entry level, jelas mereka harus menjualnya dengan harga terjangkau, dan mereka mematok harga termurah sebesar Rp 298 juta. Mungkin kedengarannya agak aneh, sebab mobil seperti ini seharusnya dibanderol paling murah lebih dari Rp 300 juta, tapi nyatanya mereka bisa menjualnya lebih murah lagi. Sebenarnya mereka punya cara agar modelnya dibanderol terjangkau di pasarnya, yaitu punya pasokan komponen mobilnya sendiri.
BYD sudah dikenal punya pemasok komponen mobil yang sangat luas, termasuk teknologi Dual Mode (DM) yang dikembangkan selama puluhan tahun. Mereka juga bisa merakit baterainya sendiri jadi jangan heran kalau mobil yang dijualnya dibanderol cukup terjangkau, termasuk Atto 1 yang dirilis tahun lalu. Memang modelnya kini nggak selaris dulu, tapi setidaknya ini menjadi bukti kalau mereka bisa menjual mobil murah di Indonesia.

PHEV Termurah?
Dengan ini, BYD M6 DM menjadi salah satu mobil PHEV termurah di Indonesia, dan ternyata modelnya dibanderol lebih murah dari kompetitornya. Seperti Chery Tiggo Cross CSH yang dipatok Rp 330 jutaan, dan Tiggo 8 CSH paling murah dijual Rp 450 jutaan, padahal Tiggo 8 CSH menjadi mobil PHEV terlaris sejauh ini. Tapi banderolnya ternyata lebih mahal dari mobil entry level biasa yang dijual kurang dari Rp 400 juta.
Kalau sudah begini, mobil baru BYD ini punya kesempatan untuk melawan balik Chery dkk yang sukses menguasai pasar PHEV di Indonesia sejak tahun lalu. Tapi karena baru dijual, mereka masih harus menunggu sampai penjualannya terkumpul, barulah mereka bisa melihat seperti apa performa penjualan M6 DM. Sementara Tiggo 8 CSH mengalami penurunan penjualan belakangan ini, entah akibat kondisi pasar roda empat atau makin banyak konsumen yang mencari mobil hybrid atau listrik.

M6 DM Melawan Tiggo 8 CSH?
Tiggo 8 CSH sudah cukup lama mendominasi pasarnya, seakan tidak ada lawan sepadan yang bisa melawan balik mobil Chery tersebut. Namun setelah kehadiran model anyar BYD tersebut, bisa saja mereka punya kesempatan untuk melawan dominasi Tiggo 8 CSH, atau model PHEV Chery lainnya secara keseluruhan. Bahkan mampu merebut posisi teratas dalam waktu singkat, itupun kalau penjualannya bisa melebihi ribuan unit.
Tapi apa BYD bisa merebut pangsa pasar PHEV dari Chery dengan mengandalkan M6 DM saja? Mungkin tidak, karena Chery sudah punya banyak mobil PHEV yang dijual disini, jadi mereka memegang pangsa cukup besar, sementara BYD baru menjual satu model, dan cukup sulit untuk bisa mengejar ketertinggalannya. Meskipun begitu, memegang pangsa pasar BEV terbesar di Indonesia sudah dirasa cukup baginya.

Sementara itu, M6 masih menjadi salah satu andalannya meski penjualannya masih kalah dari Sealion 7 bulan lalu. Dengan Atto 1 yang tersingkir dari peringkat 20 besar penjualan mobil bulan Mei 2026, kedua model tersebut menjadi andalan BYD di Indonesia saat ini. Setidaknya sampai catatan penjualan M6 DM terlihat hasilnya, mungkin dalam beberapa bulan ke depan baru ketahuan.
Banderolnya yang murah ini jelas membuat M6 DM kurang cocok jadi lawannya Wuling Darion PHEV. Apalagi dari sisi dimensinya saja sudah beda jauh.






