RiderTua.com – Peminat LCGC di Indonesia sejauh ini masih oke-oke saja, tapi bukan berarti penjualannya juga bagus, lho. Justru ada penurunan tajam dari penjualannya, dan mungkin ini sudah membuat merek yang berjualan mobil jenis ini panik, tapi nyatanya tidak.
▶Daftar Isi
LCGC Masih Ada Peminatnya, Tapi…
Melihat dari performa pasar mobil LCGC, memang tidak mengherankan kalau mobil jenis ini mendapat penurunan yang cukup drastis. Bagaimana tidak, penjualannya menurun 25 persen dari penjualan di bulan Januari-April 2025, dari 50.416 unit anjlok menjadi 37.823 unit. Jelas kalau penurunannya melebihi 20 persen sudah sangat mengkhawatirkan, apalagi LCGC menjadi pilihan mobil entry level yang banyak dicari konsumen sampai sekarang.

Hanya ada tiga merek yang berjualan mobil LCGC disini, termasuk Honda yang harus menghadang kedua kompetitor terberatnya sendirian. Setelah Suzuki dan Datsun berhenti jualan di segmen ini, Honda Brio Satya yang harus melawan duo Sigra-Calya dan Agya-Ayla. Tapi sejauh ini Brio Satya masih bisa menghadang sejumlah rivalnya, meski melawan Sigra sudah cukup sulit kalau kondisi pasarnya nggak begitu bagus.
Sepanjang Januari hingga April 2026, Brio Satya sudah terjual 9.448 unit, dan mereka memegang 24,98 persen pangsa pasar LCGC di Indonesia. Meski terlihat cukup bagus, Honda sadar kalau penjualan mobil jenis ini bakal terus menurun kalau kondisi ekonomi baik di luar maupun dalam negeri menurun drastis. Krisis yang terjadi juga bisa menganggu penjualannya karena harganya yang terus naik.

Beli Mobil? Nggak Dulu, Deh!
Selain itu, Honda melihat banyak konsumen yang harus menahan diri membeli mobil akibat kondisi global yang tidak begitu bagus. Sehingga mereka mencari cara dengan memberikan kemudahan dalam pembelian secara kredit, dan ini bisa saja membuat penjualannya tetap stabil di tengah kondisi yang tidak menentu. Namun belum jelas apakah ini cukup efektif untuk membuat performa penjualan stabil dalam waktu lama atau tidak.
Memang tidak hanya Honda yang bisa melakukan ini, karena merek seperti Toyota dan Daihatsu juga bisa melakukannya. Tapi sejauh ini keduanya belum melakukan apapun, tapi penjualannya masih lumayan bagus, termasuk Sigra yang tetap mendominasi pasarnya hingga bulan lalu. Ini sudah menjadi kabar bagus bagi Daihatsu, namun dengan penjualannya yang sempat disalip Brio Satya awal tahun ini, Sigra masih bisa diungguli oleh rival beratnya.

Pasarnya Masih Belum Pulih
Kalau dilihat, penjualan di pasar roda empat masih cukup bagus, tapi tidak semuanya bisa pulih begitu saja. Bahkan penjualan di segmen mobil LCGC masih menunjukkan adanya penurunan hingga bulan April 2026, dan ini sudah harus menjadi sesuatu yang dikhawatirkan karena penurunan yang drastis ini. Terlebih pilihan mobil di segmennya hanya ada lima model saja, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang bisa melebihi 7 model, belum termasuk varian lainnya.
Honda, Toyota dan Daihatsu menjadi merek yang bertahan di segmen LCGC sampai sekarang, itupun Honda hanya menjual Brio Satya saja. Mereka nggak mau menghadirkan mobil LCGC lainnya selain model unggulannya ini, terlebih Brio Satya tetap mendapat banyak peminat di pasarnya sampai sekarang. Padahal LCGC 7-seater seperti Sigra dan Calya yang paling banyak dicari karena bisa memuat banyak penumpang, sementara Brio lebih dicari konsumen anak muda.

Sejauh ini Daihatsu yang tetap memimpin segmennya dengan Sigra yang diandalkannya sampai sekarang, disusul Honda dan Toyota. Tapi terkadang Calya bisa mengungguli penjualan Brio Satya, meski tidak sesering kembarannya yang selalu unggul dari rival beratnya tersebut. Sementara mobil LCGC 5-seater lainnya, Agya dan Ayla, sering bertengger di posisi 4 dan 5, dan Ayla terkadang mengungguli penjualan Agya.
Menurut admin, memberikan kemudahan pembelian secara kredit untuk mobil LCGC Honda terlihat sah-sah saja, tapi apa ini cukup untuk membantu penjualan Brio Satya? Mengingat selain persaingan di segmennya, kehadiran mobil listrik murah juga mulai menganggu penjualan model sekelasnya.






