RiderTua.com – Beberapa bulan lalu, Honda mengkonfirmasi bakal menghadirkan mobil listrik terbarunya di Indonesia, yang tidak lain adalah Super One. Ternyata modelnya sudah siap diluncurkan dalam waktu dekat, dan kali ini model BEV tersebut bakal dijual di pasarnya, bukan sebagai mobil sewaan.
Super One Jadi BEV Pertama yang Dijual di Indonesia
Nama Honda Super One menjadi perbincangan banyak orang sejak modelnya diperlihatkan ke publik beberapa bulan lalu. Saat itu modelnya ditampilkan di pameran otomotif di Jepang, dan dari desain eksteriornya saja sudah begitu menarik karena mengusung desain retro-modern. Apalagi Super One dikonfirmasi akan dijual di pasar global, yang berarti Indonesia juga ikut kebagian modelnya nanti.

Setelah sekian lama, akhirnya Honda mengkonfirmasi peluncuran mobil barunya ini di GIIAS 2026, dan Super One bakal menjadi mobil listrik pertama yang dijual. Memang mereka sudah membawa SUV listrik e:N1 ke sini, hanya saja model yang satu ini dihadirkan sebagai mobil sewaan. Kalaupun modelnya bisa dijual, harganya bisa tembus lebih dari Rp 1 miliar, dan ini sudah terlalu mahal untuk mobil seperti e:N1.
Dengan dirilisnya Super One nanti, peluncurannya bakal menjadi yang pertama di Asia Tenggara, karena negara lainnya belum kebagian BEV ini, setidaknya untuk sekarang. Kehadiran model BEV-nya tersebut bakal menambah jajaran produk elektrifikasinya di Indonesia yang masih didominasi oleh mobil hybrid. Dari HR-V sampai Step WGN e:HEV menjadi andalannya di segmennya masing-masing sampai sekarang.

Desain Modern
Memang dari desain eksteriornya terlihat begitu retro dan modern, meski sebenarnya Honda Super One merupakan versi lebih bongsor dari N-One, kei car yang dijual di Jepang. Lebih tepatnya N-One generasi kedua yang dirilis enam tahun lalu, dan sejak tahun lalu modelnya mendapat versi listrik bernama N-One e:, sebelum mengembangkan versi globalnya dengan nama Super One (Super-ONE). Model inilah yang dikembangkan sebagai penggantinya Honda e yang disetop penjualannya di Eropa sejak awal tahun 2024.
Berbeda dengan N-One e: yang spesifikasinya harus disesuaikan dengan aturan kei car di kampung halamannya, Super One nggak ada batasan pada performanya. Dari 64 PS menjadi 95 PS, ini sudah cukup bertenaga untuk mobil listrik mungil seperti Super One. Soal jarak tempuhnya lumayan pendek, yaitu 274 km menggunakan baterai 29,6 kWh, sedikit lebih pendek dari N-One e: yang bisa melaju sejauh 295 km, tapi Super One masih unggul dalam hal performanya.

Rival di Pasarnya
Sebagai mobil sekelas hatchback, Super One punya banyak rival di segmennya di Indonesia, dari BYD Atto 1, Geely EX2, Chery Q, sampai BAIC T1. Masalahnya lawan yang harus dihadapinya ini nggak bisa dianggap remeh begitu saja, apalagi Atto 1 yang menjadi mobil listrik terlaris sepanjang tahun lalu. Belum lagi EX2 yang bakal menjadi lawan yang cukup sulit untuk dihadapi, mengingat modelnya punya jarak tempuh 395 km.
Tapi itu bukan menjadi masalah bagi Honda, asalkan kini mereka bisa membawa mobil listriknya untuk dijual di pasarnya. Kebetulan Chery Q juga akan diumumkan harganya di GIIAS mendatang, dan soal harga mungkin untuk sekarang belum terungkap seperti apa banderol Super One nanti. Ada kemungkinan modelnya bakal dipatok sekitar Rp 320 jutaan, lumayan terjangkau untuk mobil seperti ini dan jauh lebih murah ketimbang e:N1.

Kalau di Jepang modelnya hanya disediakan dalam satu varian saja, bisa jadi Indonesia juga hanya kebagian satu varian yang ditawarkan. Sebenarnya varian mobil bukan menjadi sesuatu yang diperhatikan bagi konsumen, apalagi untuk mobil yang baru menjalani debut perdananya. Siapa tahu suatu saat nanti Honda menawarkan lebih banyak varian untuk Super One, entah itu pilihan baterai lebih besar atau performa lebih tinggi.
Yang jelas, dalam waktu dekat Super One akan segera memulai peluncuran perdananya di Indonesia. Dengan ini, Honda siap bertarung melawan merek mobil asal China di segmen hatchback listrik.












