RiderTua.com – Jorge Martin tampak sumringah saat menghadiri konferensi pers di Barcelona. Sebelumnya rider Aprilia itu berhasil menyapu bersih kemenangan di Le Mans meski hanya start dari posisi ke-8/7. Selain itu Aprilia sukses merayakan kemenangan 1-2-3 di GP Prancis untuk pertama kalinya dalam sejarah MotoGP pabrikan asal Noale tersebut.
“Le Mans memang luar biasa. Saya sangat menikmati momen itu. Finis pertama, kedua, dan ketiga, sungguh luar biasa. Saya sangat senang untuk Aprilia. Kepercayaan diri saya pada motor juga meningkat. Saya membuat banyak kemajuan dengan beberapa komponen baru,” ungkap Martinator.
Jorge Martin: KTM Sangat Kuat di Barcelona Kami Harus Siap ‘Menderita’

Namun untuk balapan akhir pekan di Barcelona, Jorge Martin tidak mau berekspektasi terlalu tinggi. “Ini salah satu trek tersulit bagi kami. Saya sangat menyukai lay outnya, tetapi KTM bisa sangat kuat di sini. Kami harus siap untuk ‘menderita’,” tegasnya.
Martin punya kenangan manis sekaligus pahit di sirkuit Montmelo. Rider berusia 27 tahun itu pernah mengalami kakinya patah dan pernah crash saat memimpin balapan di Moto3. Namun dia berhasil menang dalam balapan Solidaritas pada 2024.
Tahun lalu saat menjalani debutnya dengan RS-GP, Martin sering dibekap cedera yang membuatnya sering absen dalam balapan. “Terkadang orang tidak menyadari betapa indahnya bisa sehat dan bisa balapan. Tapi kita baru menyadarinya tatkala mengalami masa-masa sulit,” ungkapnya.

Bagaimana perkembangannya sebagai pembalap sejak meninggalkan Ducati? “Mentalitas saya sudah berubah. Dan tahun lalu pengereman adalah masalah terbesar saya. Dibandingkan dengan 2024, saya merasa mirip saat mengendarai Aprilia, hanya racing linenya yang berbeda. Sekarang saya sudah memahani racing linenya dan saya tahu cara mengendarainya,” pungkas Martin.
Menjelang GP Catalunya, Martin mengumpulkan 127 poin atau hanya terpaut 1 poin atas pemimpin klasemen sekaligus rekan setimnya Marco Bezzecchi. Balapan akhir pekan di Montmelo kali ini akan menjadi duel perebutan posisi sebagai pemuncak klasemen. namun jika ditilik dari data, catatan Martin lebih bagus ketimbang Bezzecchi. Saat masih membalap untuk Ducati, Martin beberapa kali meraih podium. Sementara hasil terbaik Bezzecchi di Barcelona hanya finis ke-8.







