RiderTua.com – Marco Bezzecchi tampil dominan di awal musim 2026 dengan memenangkan 3 grand prix pertama berturut-turut. Dan jika dihitung mulai GP Portugal 2025 hingga GP Amerika 2026, maka rider Aprilia itu sudah meraih 5 kemenangan beruntun…. Selain itu rider berjuluk Simply The Bez itu juga mencetak rekor baru dengan memimpin 121 lap tanpa disalip sekalipun selama periode itu, mengalahkan rekor yang selama ini dipegang Jorge Lorenzo pada 2015…
Namun rekor tersebut putus di Jerez, tatkala Alex Marquez memenangkan GP Spanyol pada hari Minggu dan Bezzecchi tidak punya peluang untuk memimpin balapan dan harus puas finis ke-2.
Marco Bezzecchi: Rekor Kemenangan Beruntun Putus di Jerez, Apakah Tekanannya Meningkat?

Apakah Marco Bezzecchi merasakan tekanan yang lebih besar dibanding sebelumnya? “Tidak. Tetapi saya lebih suka menang lalu semua orang bilang kepada saya, ‘kamu berhasil 20 kali menang secara beruntun’. Tetapi pada akhirnya, tekanannya tetap sama. Maksud saya, ketika berada di grid pada hari Minggu, kita merasakan banyak tekanan, bahkan ketika kita harus start dari posisi terakhir di grid. Karena feel yang kita rasakan di dalam tubuh, selalu sama sejak balapan mini bike pertama hingga balapan MotoGP terakhir,” jawab rider asal Rimini Italia itu.
MarcoBezz#72 melanjutkan, “Tentu saja itu adalah momen yang luar biasa bagi saya. Memimpin semua lap dalam 3 seri pertama. Tetapi wajar, jika suatu saat nanti pasti akan berakhir. Untungnya, kami mengakhirinya dengan hasil yang cukup baik. Kami juga menjalani balapan yang bagus hari ini. Semoga, kita bisa mempertahankan level ini.”

Meski gagal mencetak poin dalam sprint race di Jerez karena crash dan gagal memperpanjang rekor kemenangan GP-nya, Bezzecchi mampu memperbesar keunggulannya di klasemen menjadi 11 poin atas rekan setimnya Jorge Martin.
BTW, usai tes resmi hari Senin di Jerez, Aprilia dan tes ridernya Lorenzo Savadori melanjutkan tes dengan prototipe motor 850cc di trek yang sama pada hari Rabu dan Kamis. Motor yang dilabur full warna hitam itu terlihat menggunakan aerodinamis yang jauh lebih sederhana dan tanpa ride height device.







