RiderTua.com – Halo sobat pembaca RiderTua. Fabio Di Giannantonio harus minum obat pereda nyeri saat menjalani balapan di Brasil dan Austin, setelah bahunya mengalami retak kecil akibat crash. Menariknya, rider VR46 Ducati itu tetap bisa meraih hasil apik di kedua balapan tersebut, dimana dia finis ke-3 dan ke-4..
Diggia kembali menunjukkan performa terbaiknya pada latihan hari Jumat di Jerez. Dia menjadi yang tercepat di FP1 pada Jumat pagi, lalu menyelesaikan sesi pra kualifikasi sore hari di posisi ke-2 hanya tertinggal 0,3 detik dari Alex Marquez (Gresini Ducati).
Fabio Di Giannantonio: Paket Kami Bagus Tapi Bukan yang Terbaik, Dalam Hal Race Pace Aprilia Lebih Unggul Ketimbang Ducati

Bagi pembalap yang belum nyaman dengan motornya (GP26) terutama dengan ban depannya, Fabio Di Giannantonio terbilang sangat cepat. “Saya rasa kita perlu mengklarifikasi beberapa hal. Sebenarnya motor kami cukup kuat, bagian depannya bagus dan grip belakang juga bagus. Tapi tentu saja saya ingin feedback yang lebih jelas dari ban depan, agar saya bisa memacu lebih keras. Terutama untuk menghadapi situasi tertentu dengan lebih baik, seperti saat ban mulai aus. Dulu di beberapa spesifikasi, feel pada bagian depan lebih baik sehingga membantu kami menjadi lebih presisi,” jelas rider asal Roma itu.
Diggia menambahkan, “Soal ban belakang, terkadang jika kita memacu motor lebih keras, kita bisa membuat kesalahan atau terlalu membebani motor. Sebagai akibatnya, ban belakang lebih cepat aus. Sebenarnya paket kami bagus, saya senang dengan motor ini. Tetapi kalau kita membandingkan race pace dengan Aprilia, mereka sedikit lebih unggul dari kita. Jika kita sudah sedikit tertinggal, mudah untuk semakin tertinggal karena kita memberi tekanan lebih besar pada motor.”

Beberapa hari yang lalu, Diggia mengaku bahwa dia dan timnya mengambil arah sendiri dalam mengembangkan GP26. Karena saat ini arah pengembangan Ducati hanya tertuju pada Marc Marquez, sedangkan gaya balap Diggia berlawanan dengan Marquez.
Rider berusia 27 tahun itu menjelaskan, “Saya dibekali motor yang sangat bagus tahun ini. Seperti yang bisa dilihat, saya kuat dalam race pace. Hari ini juga merupakan hari yang baik. Tapi kami masih kekurangan sesuatu, terutama dalam hal catatan waktu. Kami memiliki paket yang bagus, tetapi bukan yang terbaik. Kami masih punya waktu untuk meningkatkan performa. Alex Marquez melakukan pekerjaan yang bagus hari ini, motor kami sangat mirip. Saya bisa meningkatkan performa, begitu juga motornya.”

Setelah libur panjang, apakah Ducati membawa pengembangan baru ke Jerez? “Mereka punya beberapa pembaruan, tetapi saya belum mencobanya. Saya memiliki paket yang bagus. Sangat mudah untuk melakukan kesalahan selama akhir pekan dan kehilangan kesempatan untuk memperebutkan posisi teratas. Itulah mengapa, kami akan menguji semuanya pada hari Senin,” jawab Diggia.
Akankah Diggia mampu finis di 3 besar di Jerez? “Untuk naik podium di sini, kita harus start dari depan. Itu kuncinya. Karena jika suhu naik sedikit saja, ban depan akan menyulitkan dalam balapan. Targetnya adalah untuk start dari pole position atau barisan depan, barulah kita bisa memikirkan podium,” pungkas rekan setim Franco Morbidelli itu, yang saat ini berada di peringkat 4 dengan perolehan 50 poin dalam klasemen itu.






