RiderTua.com – Untuk kalian yang rutin mampir ke RiderTua. Tahun lalu Alex Marquez sukses menjadi runner-up MotoGP di belakang sang juara dunia sekaligus kakaknya Marc Marquez. Untuk itulah rider Gresini Ducati itu di’hadiah’i Desmosedici GP26 spek pabrikan terbaru untuk 2026, motor sama seperti yang dipakai 2 pembalap tim pabrikan Ducati Lenovo Marc dan Pecco Bagnaia serta Fabio Di Giannantonio dari tim VR46..
Namun kini situasinya berubah. Di awal musim, Aprilia justru menunjukkan dominasinya dimana mereka menyapu bersih 3 kemenangan di 3 grand prix pertama. Meski begitu, Alex tetap percaya Ducati masih yang terbaik dan dia percaya penuh dengan potensinya.
Jawaban Alex Marquez Soal Kemungkinan Pensiun Marc Marquez

Alex menegaskan, “Ducati sudah mendominasi selama 7 atau 8 tahun terakhir. Mereka selalu bisa menemukan solusi baru bahkan ketika tampaknya motor tidak dapat dikembangkan lagi. Dinamika yang mereka miliki dan cara kerja mereka sudah tepat, dan mereka punya ambisi untuk terus mendominasi. Ini bukan hanya soal performa motor, tetapi juga tentang budaya kompetitif di dalam tim.”
Secara teknis, Aprilia berkembang pesat terutama dalam hal aerodinamika. Alex tidak menganggap itu satu-satunya faktor penentu. “Saya rasa bagian-bagian itu saja tidak membuat perbedaan, itu hanya yang paling mencolok. Ada sekitar 85 persen motor yang tak terlihat, dan di situlah bagian penting berada,” imbuhnya, yang menegaskan bahwa pengembangan internal jauh lebih penting daripada sekedar inovasi yang hanya tampak dari luar.

Di bawah kepemimpinan Gigi Dall’Igna, tim penuh dengan tuntutan yang ekstrem. “Dia yang pertama marah kalau motornya tidak berada di depan. Jika ada 6 motor di grid, dia ingin keenamnya berada di 6 besar. Dia memiliki ‘rasa lapar’ dan menularkannya ke seluruh pabrik dan semua tim,” ungkap Alex.
Menurut Alex, sangat penting untuk tidak menetapkan target di awal musim. “Kita menetapkan target yang realistis setelah 6 atau 7 balapan. Kita bilang ingin menjadi juara dunia atau tetap rendah hati, tetapi kenyataannya baru terlihat nanti,” ujar rider berusia 29 tahun itu.
Soal peluang meraih gelar dunia musim ini, Alex mengatakan, “Menjadi juara dunia pada akhirnya adalah hasil dari konsistensi balapan demi balapan. Saya akan fokus pada setiap Grand Prix tanpa kehilangan gambaran besar di musim yang panjang dan tidak terduga.”

Ketika Alex ditanya soal rumor seputar kemungkinan pensiunnya Marc, dia menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan kakaknya. “Dia akan melakukan apa yang dia inginkan, dia adalah penguasa takdirnya sendiri. Saya rasa Marc masih akan balapan beberapa tahun lagi. Marc pernah bilang, ‘saya akan pensiun karena fisik bukan mental saya’,” tegasnya. Ini artinya, masa depan Marc ditentukan oleh kondisi tubuhnya bukan motivasinya.
Saat ini Alex berada di peringkat 8 dengan perolehan 28 poin sementara rekan setimnya Fermin Aldeguer di peringkat 14 dengan 13 poin dalam klasemen. Sedangkan kakaknya Marc menempati peringkat 5 dengan 45 poin.






