RiderTua.com – Halo pembaca setia RiderTua, merek mobil asal China benar-benar sudah tidak ada yang bisa menghadang dominasinya di pasar global. Termasuk di kampung halamannya sendiri, dan membuat merek yang datang ke sana kesulitan karena banyaknya kompetitor.
Merek Mobil China Makin Mendominasi di Pasar Global
Merek seperti Volkswagen sepertinya sudah tidak bisa melawan merek asal China tersebut di kampung halamannya. Bagaimana tidak, dengan penurunan hingga 8 persen, mereka hanya menjual 2,69 juta unit disana, padahal negara ini menjadi tulang punggung peningkatan penjualan mobilnya. Tentunya ini terjadi sesuatu yang harus dievaluasi, karena seharusnya penurunan ini tidak terjadi di tengah kondisi pasar yang ramai dengan banyaknya kompetitor.

Nampaknya inilah yang membuat Volkswagen penasaran seperti apa strategi yang dipakai oleh produsen otomotif di Negeri Tirai Bambu. Sebab merek seperti BYD hingga Chery mampu mencatatkan hasil penjualan yang maksimal berkat strateginya yang cukup bagus serta memiliki prioritas yang jelas. Inilah mengapa VW ingin merek senegaranya harus belajar dari merek China soal strategi penjualan mobil agar produknya bisa lebih laris.
Menghadirkan produk yang sesuai dengan tren sudah bisa dilakukannya, masalahnya tren dan inovasi ini bisa berubah dalam waktu singkat. Kalau tidak bisa melakukannya, jelas VW dan merek lainnya bisa tertinggal dari BYD dkk yang sudah cukup jauh dalam menghadirkan berbagai produk yang langsung menjadi buruan banyak orang. Belum lagi mereka harus berhadapan dengan banyak merek yang sudah berjualan mobil listrik sejak lama.

Banyak Pilihan
Kalau produsen bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh merek China, mungkin mereka bisa bersaing di pasar global, bahkan di negara tersebut. Namun karena mereka sudah cukup jauh tertinggal, menghadirkan mobil baru dan menggaet banyak konsumen akan terasa sulit kalau kompetitornya sudah lebih dulu melakukannya. Ini akan cukup menyulitkan, dan bisa mempengaruhi penjualan yang didapatnya.

Sementara itu, penjualan VW di pasar global juga selalu kalah dari Toyota yang punya jaringan penjualan lebih luas.







