RiderTua.com – Salam satu aspal buat pembaca setia RiderTua sekalian. Debut Marco Bezzecchi bersama tim pabrikan Aprilia sangat luar biasa. Rider berusia 27 tahun itu berhasil memenangkan 3 race utama dan 3 sprint serta menyelesaikan musim 2025 di peringkat 3 dalam klasemen pembalap. Selain itu dia juga mengantarkan Aprilia menjadi runner-up di klasemen konstruktor.
Tampaknya Ducati akan tetap menjadi pabrikan terkuat musim ini dan Aprilia masih menjadi penantang kuatnya. Hal ini dibuktikan dalam time sheet gabungan pada tes pramusim di Sepang, dimana Bezzecchi menempati posisi ke-5 tertinggal 0,624 detik dari pembalap tercepat Alex Marquez. MarcoBezz harus mengaku kalah dari 4 pembalap Ducati yang mengendarai Desmosedici GP26 terbaru (Alex Marquez, Fabio Di Giannantonio, Marc Marquez, dan Pecco Bagnaia).
Marco Bezzecchi: Motor RS-GP 2026 Memang Ada Banyak Perubahan Tapi Peningkatannya Tidak Sebesar Sebelumnya

Terkait RS-GP 2026, Marco Bezzecchi mengatakan, “Motornya sedikit lebih baik, saya rasa ada sedikit peningkatan di semua aspek. Karakter motornya kurang lebih masih sama. Perubahan paling besar sebenarnya terjadi saat beralih dari motor 2024 ke 2025. Tahun ini memang ada banyak perubahan, tetapi peningkatannya tidak sebesar sebelumnya. Tentu saja ada perubahan, tetapi sulit untuk mengukur seberapa besar perubahannya.”
Pada tes Sepang hari terakhir, Bezzecchi mencatatkan lap terbaiknya pada penghujung hari dengan membukukan waktu 1:56,526 menit. Namun dia mengaku tidak sepenuhnya puas dengan upaya time attack-nya. “Jujur, saya berharap bisa tampil lebih baik. Saya ingin mencatatkan waktu yang lebih baik, tetapi sulit karena kami selalu menguji sesuatu pada motor dan saya harus beradaptasi. Jadi, ini bukan time attack terbaik dalam hidup saya. Tetapi dalam pengujian, itu cukup berarti,” jelas rider asal Rimini Italia itu.

Selama tes Sepang Aprilia terlihat memasang aerodinamika belakang yang terbaru, yang menampilkan desain yang lebih agresif daripada tahun-tahun sebelumnya. “Jujur, di MotoGP, bukan hanya bagi kami tetapi juga bagi semua orang, kita selalu berbicara soal perbedaan yang sangat kecil. Oleh karena itu, sulit juga bagi saya untuk memberikan jawaban yang jelas ββatas semua pertanyaan media. Karena pada akhirnya, sangat sulit untuk menjelaskannya,” pungkas murid Valentino Rossi itu.








