RiderTua.com – Fabio Di Giannantonio gagal lolos langsung ke Q2 pada hari Jumat di MotoGP Catalunya. Namun pada hari Sabtu, rider VR46 Ducati itu mengalami peningkatan yang signifikan karena lolos ke Q2 dan berhasil mengamankan posisi 6 di grid start. Dan dalam sprint, dia tampil impresif dan berhasil finis di posisi ke-3.
βΆDaftar Isi
Fabio Di Giannantonio : Untuk Misano, Saya Berdoa kepada Tuhan Agar Tampil Konsisten
Setelah meraih podium dalam sprint, Diggia sangat percaya diri menghadapi balapan 24 lap hari Minggu. Namun sayangnya dia melakukan start yang buruk dan langsung merosot 3 posisi. Pada lap pertama dia disalip oleh rekan setimnya Franco Morbidelli dan Marco Bezzecchi (Aprilia) sekaligus.

Di awal lap kedua, Pecco Bagnaia menyalip Diggia sebelum tikungan pertama. Di depan Bagnaia, Bezzecchi yang mencoba menyalip Morbidelli dari sisi dalam terjatuh. Pecco mengerem mendadak agar tidak menabrak Bez. Diggia juga harus mengerem agar tidak menabrak bagian belakang Pecco, yang kemudian menyebabkan roda depannya selip sehingga membuatnya terjatuh.

Fabio mengatakan, “Saya baik-baik saja, untungnya crash terjadi tanpa melibatkan pihak lain. Itu hal yang baik. Itu adalah reaksi berantai dari berbagai kejadian tepat di depan saya. Terjadi kontak, dan Pecco harus mengurangi gas. Lalu saya harus mengerem agar tidak menabrak Pecco. Mungkin beban saya di roda depan terlalu ringan, yang menyebabkannya selip.”
“Keberuntungan tidak berpihak pada kami lagi. Sejak Mugello, saya menjalani hari Sabtu dengan baik tapi kurang beruntung di hari Minggu. Saya harap kami bisa berubah,” imbuh rider asal Roma Italia itu. Usai crash, Diggia bangkit dan melanjutkan balapan namun di pertengahan balapan dia kembali ke pit dan menyerah.

Apa yang menyebabkan Diggia tertinggal begitu jauh setelah start? “Saya membalap dengan cara yang persis sama seperti hari Sabtu, tetapi ada sesuatu yang membuat saya lebih lambat dan saya kehilangan beberapa posisi di awal. Lalu Franky menyalip saya dan saya turun dua posisi. Lalu kita bisa lihat apa yang terjadi. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi tentang itu,” jawab rider berusia 26 tahun itu kecewa.
Sejak GP Assen, Diggia hanya mampu meraih hasil terbaik di sprint race tapi gagal total di race utama. Akhir pekan depan di Misano merupakan balapan kandangnya dan tim VR46. “Saya berdoa kepada Tuhan agar saya bisa menjalani akhir pekan yang konsisten. Ini bukan tentang hasil, ini tentang bagaimana saya bisa balapan dan finis. Kami menjalani 5 balapan akhir pekan berturut-turut di mana kami menjalani hari Jumat yang buruk, hari Sabtu yang sangat baik, tapi tanpa poin di hari Minggu. Saya hanya ingin bisa fokus pada diri sendiri,” pungkasnya.

Usai MotoGP Catalunya, ββFabio Di Giannantonio turun ke peringkat 7 dengan 161 poin dalam klasemen keseluruhan. Akhir pekan di Barcelona berakhir sangat mengecewakan bagi Tim VR46 Racing. Franco Morbidelli gagal mencetak poin setelah mengalami crash di sprint dan race utama. Selain itu dia juga menerima penalti untuk GP Misano dan dikenakan denda 2000 Euro (Rp 34 juta).






