RiderTua.com – Toprak Razgatlioglu hanya mampu melawan Nicolo Bulega di lap-lap awal WSBK Cremona, selanjutnya rider BMW itu harus mengaku kalah dari pembalap Ducati itu. Ketika Bulega dengan tenang dan santai menggeber Panigale V4 miliknya, Toprak justru berjuang sekuat tenaga dengan M1000RR miliknya.
Juara Dunia Superbike dua kali itu tiga kali finis ke-2 di Cremona. “Finis ke-2 lebih baik daripada tidak sama sekali,” ujar Toprak setelah tiga kali kalah dari Bulega. Saat ini dia berada di peringkat 2 dengan defisit meningkat menjadi 34 poin dari Bulega yang memuncaki klasemen.
Toprak Razgatlioglu : Selama Kami Tidak Diizinkan Mengganti Sasis Maka Performa Kami Tidak akan Ada yang Berubah, Mentok P2!

Toprak Razgatlioglu menjelaskan, “Motor kami seperti ini adanya, tidak bisa memberikan lebih. Saya gas pol hingga batas maksimal, roda depan saya selip, roda belakang saya selip, dan saya telah mengerahkan segenap kemampuan saya. Tahun lalu motor membantu saya dalam balapan, tapi sekarang saya harus berusaha keras terus-menerus. Namun dengan paket ini sekarang, kami perlu meningkatkannya dan mendapatkan hasil yang terbaik.”
“Selama kami tidak diizinkan mengganti sasis, performa kami tidak akan ada yang berubah. Terkait masalah kami seperti kurangnya cengkeraman, cornering yang buruk, kontrol traksi yang tidak menentu, dan keausan ban yang tinggi tidak akan terselesaikan. Suku cadang baru kami tidak membantu saya, motor tidak bekerja seperti yang saya inginkan,” tegas rekan setim Michael van Der Mark itu.

Solusinya, Toprak harus mencapai hasil yang jauh lebih buruk agar BMW kembali mendapat sasis ‘Super Concession’ lagi. Berdasarkan peraturan, suku cadang khusus ini ditujukan untuk produsen yang tidak kompetitif. Namun sejauh ini Toprak berhasil meraih 8 podium dan 4 kemenangan dalam 12 balapan pada 2025.
Toprak menambahkan, “Saya sedih dengan hasil balapan ini, karena saya sudah memberikan segalanya di atas motor. Saya beberapa kali mampu memperpendek gap dengan Bulega di semua balapan, tetapi dia kembali mengalahkan saya saat keluar tikungan karena Ducati memiliki cengkeraman yang jauh lebih baik dan karenanya berakselerasi jauh lebih baik.”

“Jika harus membalap seperti itu, kita tidak dapat benar-benar menyerang. Kita lihat bagaimana situasi di Most (seri selanjutnya pada 16-18 Mei), biasanya itu trek yang bagus bagi saya. Namun tahun ini, saya tidak berani membuat prediksi apa pun,” pungkas anak asuh Kenan Sofuoglu itu.






