RiderTua.com – Sebelum balapan WSBK di Cremona, Nicolo Bulega menegaskan bahwa sirkuit yang memiliki panjang 3,8 km itu tidak cocok dengan dengan gaya balapnya. Selain itu rider Ducati itu juga harus menghadapi Toprak Razgatlioglu yang tampil solid meski dengan motor yang menurut rider BMW itu tidak sekuat motor tahun lalu.
Namun berkat ketenangan, Bulega mampu meraih pole position dan menyapu bersih 3 kemenangan di balapan kandangnya tersebut. Di trek balap yang cepat dan mengalir tersebut, rider berusia 25 tahun itu menunjukkan kehebatannya di hadapan para petinggi Ducati yang hadir di Cremona seperti Gigi Dall’Igna (general manajer Ducati Corse), Davide Tardozzi (manajer tim Ducati Lenovo MotoGP) dan Mauro Grassilli (direktur motorsport Ducati).
Nicolo Bulega : Saya Ingin Tetap di Ducati Tapi Belum Menandatangani Apapun untuk 2026

Penampilan Nicolo Bulega di Sirkuit Cremona lebih dari sekadar bagus untuk statistik tapi juga untuk klasemen keseluruhan Kejuaraan Dunia Superbike 2025. Setelah 4 seri pertama, saat ini rider Italia itu masih memuncaki klasemen dengan memperoleh 198 poin atau unggul 34 poin dari Toprak Razgatlioglu yang berada di peringkat 2.
Bulega mencetak hattrick pertamanya pada seri pembuka musim di Phillip Island dan yang kedua di Cremona. Dia gagal mencetak hattrick di Assen lantaran motornya bermasalah di dua balapan.
Bulega mengatakan, “Jika seminggu yang lalu ada orang yang mengatakan bahwa saya akan memenangkan ketiga balapan di Cremona, saya tidak akan mempercayainya. Bisa meraihnya sungguh sangat istimewa bagi saya. Secara keseluruhan, ini mungkin balapan akhir pekan Superbike terbaik saya dan bahkan lebih baik daripada Phillip Island, tempat saya meraih tiga kemenangan untuk pertama kalinya.”

Dalam Race 2 Minggu sore, Bulega terlihat kesulitan melawan Toprak yang membuat rider asal Turki itu berhasil memimpin balapan untuk beberapa lap di awal. Namun Bulega mengaku bahwa hal itu memang disengaja.
Rekan setim Alvaro Bautista itu menjelaskan, “Saya terlebih dahulu ingin santai dan menciptakan gap tertentu dengan posisi ketiga. Ketika saya yakin bahwa saya hanya akan berhadapan dengan Toprak, saya menyalipnya dan mengerahkan segenap tenaga selama 10 lap. Dan rencanaku berhasil dan aku sangat gembira karenanya.”
Dengan banyaknya para petinggi Ducati yang hadir di Cremona, bukankah ini saat yang tepat untuk memulai negosiasi kontrak untuk tahun 2026? “Tentu saja ini merupakan hal yang luar biasa bagi kami semua dan hadiah yang bagus untuk Ducati, terutama karena balapan di Italia sangat penting bagi Ducati,” jawab Bulega.
Kemudian dia menambahkan, “Saya tidak bisa meminta lebih. Target saya jelas yakni terus bekerja dengan mereka. Hubungan kami termasuk dengan tim saya, jauh lebih baik. Jadi, benar-benar demi kepentingan saya untuk tetap bersama Ducati. Namun saya belum menandatangani apa pun untuk tahun 2026. Saya hanya bisa menunggu.”
Ada rumor Bulega akan mendapat tempat di MotoGP di masa depan.. namun semua masih spekulasi dan kabar burung…






