RiderTua.com – Pedro Acosta dirumorkan akan bergabung dengan Ducati atau Honda untuk musim 2026 oleh media Spanyol. Rumor ini berhembus setelah KTM mengalami krisis keuangan dan hasil yang mengecewakan di awal musim 2025 menjadi faktor yang mendukung. Setelah 6 balapan pertama, Acosta hanya menempati peringkat 13 dalam klasemen. Sementara itu pembalap KTM lain seperti Brad Binder hanya di peringkat 11, Enea Bastianini ke-12 dan Maverick Vinales ke-17. Ini artinya tidak ada pembalap KTM yang masuk 10 besar.
Acosta memiliki kontrak dengan KTM hingga akhir 2026, yang tidak memuat klausul kinerja apa pun. Jika rider berusia 20 tahun itu ingin keluar, maka dia harus membayar penalti jutaan euro.
Pedro Acosta : Saya Satu-satunya Orang di Paddock yang Tidak Tertarik dengan Uang
Pada 21 Maret 2025, manajernya Albert Valera mengungkapkan, “Balapan pertama selalu memiliki karakter khusus. Akan sangat menarik ketika MotoGP hadir di Eropa. Pedro membutuhkan motor yang unggul untuk mencapai targetnya. Dia fokus pada pekerjaannya, sama seperti KTM. Pedro tidak menginginkan apa pun selain mencapai puncak MotoGP bersama KTM. Tidak diragukan lagi bahwa KTM juga melakukan segala yang dapat mereka lakukan untuk mencapai hal ini.”

Pedro Acosta menambahkan, “Saya ingin menang, itu jelas. Hubungan antara saya dan KTM lebih personal daripada yang dipikirkan banyak orang. Saya mengendarai motor KTM sejak berusia 14 tahun dan pada bulan Mei tahun ini saya akan berusia 21 tahun. Saya menjadi bagian dari keluarga KTM selama 7 tahun, tidak akan mudah untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mereka. RC16 akan mencapai level yang dibutuhkan, saya yakin akan hal itu.”
“Saya satu-satunya orang di paddock ini yang tidak tertarik dengan uang. Saya juga tidak merasakan tekanan apa pun, tak seorang pun yang memberi tekanan pada saya sejak hari pertama di perusahaan ini. Ketika saya di Moto2, semua orang mengharapkan saya memenangkan gelar di tahun pertama saya. Tahun lalu saya menjadi pembalap yang mengalami banyak crash dan tak seorang pun menyalahkan saya.”
“Kami memulai dengan baik, kemudian keadaan menjadi lebih sulit tapi tidak ada seorang pun yang memberi tekanan kepada saya. Kami tahu kami masih punya jalan panjang sebelum dapat memenangkan gelar. Saya di KTM dan dapat melakukan apa yang saya sukai. Saya suka balapan. Jika sesuatu menyenangkan, maka hasil baik biasanya datang dengan sendirinya. Kadang-kadang lebih mudah dan kadang-kadang lebih sulit. Tetapi jika saya tetap tenang dan gembira, hasil apik akan datang,” pungkas rider berjuluk Hiu Mazarron itu.






