Home MotoGP Matteo Flamigni : Semua yang Saya Pelajari dari Valentino Rossi Saya Sampaikan...

    Matteo Flamigni : Semua yang Saya Pelajari dari Valentino Rossi Saya Sampaikan ke Bezzecchi

    Marco Bezzecchi
    Marco Bezzecchi

    RiderTua.com – Matteo Flamigni dikenal sebagai ahli telemetri dari legenda MotoGP Valentino Rossi. Setelah pembalap asal Italia itu pensiun, Flamigni ditunjuk menjadi kepala kru Marco Bezzecchi di tim VR46. Saat itu keduanya menjalani debut di kelas utama.

    “Ketika Marco masuk ke MotoGP kami berdua sama-sama menjadi pendatang baru. Marco naik dari Moto2 ke MotoGP sementara saya dari telemetri menjadi kepala teknis. Situasinya terbilang unik, untuk itulah kami berdua saling membantu untuk mencapai performa terbaik,” ujar Flamigni.

    Matteo Flamigni : Semua yang Saya Pelajari dari Valentino Rossi Saya Sampaikan ke Bezzecchi

    Matteo Flamigni menambahkan bahwa hubungannya dengan Marco Bezzecchi dibangun atas dasar saling menghormati dan saling percaya. “Saya mencoba menyampaikan semua yang saya pelajari dari Valentino kepadanya. Saya yakin persahabatan kami akan terus bertahan meskipun sekarang kami harus berpisah. Tetapi bagi kami berdua, ada banyak tantangan di depan. Tahun depan dia berada di pabrikan Aprilia, kesempatan besar untuk berkembang dan mendapatkan akses langsung ke motor spek pabrikan terbaru,” jelas insinyur asal Italia itu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Andrea Iannone - Marco Bezzecchi - Matteo Flamigni
    Andrea Iannone – Marco Bezzecchi – Matteo Flamigni

    Bezzecchi memutuskan meninggalkan tim VR46 Ducati sekaligus meninggalkan motor paling kompetitif di lintasan, untuk bergabung dengan tim pabrikan Aprilia dengan RS-GP yang saat ini menjadi salah satu pabrikan yang mampu menyaingi Ducati. “Menjadi pembalap tim pabrikan adalah impian setiap pembalap. Dalam kasus ini, Aprilia datang membawa tawaran dan Marco mempertimbangkannya dengan matang sebelum memutuskan,” jelas Flamigni.

    Keputusan Bezzecchi tersebut sejalan dengan tujuan VR46 Riders Academy yang didirikan Rossi yaitu mengantarkan pembalap-pembalap binaan mereka ke tim-tim pabrikan. “Jika tim pabrikan memilih pembalap kami, itu artinya kami bekerja dengan sangat baik,” tegas Flamigni.

    Pada 2023 Bez tampil sangat mengesankan. Rider asal Rimini Italia itu berhasil meraih kemenangan pertamanya di kelas utama pada seri kedua di GP Argentina, sekaligus kemenangan pertama tim VR46 di MotoGP. Kemudian dia menang lagi di GP Prancis dan GP Indonesia. Rider berusia 26 tahun itu membukukan total 12 podium baik dalam sprint maupun race utama. Dia menyelesaikan musim 2024 di peringkat 3 dalam klasemen.

    Matteo Flamigni - Marco Bezzecchi
    Matteo Flamigni – Marco Bezzecchi

    Dengan prestasinya tersebut, Ducati menawarinya bergabung ke tim Pramac dengan motor spek pabrikan terbaru pada 2024. Namun secara mengejutkan dia malah menolak tawaran itu dan memilih untuk bertahan di tim VR46 milik sang guru meski hanya menunggangi motor berusia 1 tahun. Namun sayangnya, adaptasinya dari GP22 ke GP23 tidak berjalan mulus. Pada akhir musim Bez hanya menempati peringkat 12 dalam klasemen keseluruhan, meski begitu dia mendapat tawaran untuk pindah ke tim pabrikan Aprilia bersama Juara Dunia MotoGP 2024 Jorge Martin.

    Meski berat berpisah dengan Bezzecchi, Flamigni tetap mendukung keputusan ‘anak asuh’nya itu. Apakah di tim pabrikan Bez mampu memanfaatkan kesempatan dan membuktikan bahwa dia merupakan salah satu pembalap MotoGP terbaik tahun depan? Kita lihat saja nanti!

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini