RiderTua.com – Meski meraih juara dunia MotoGP pada 2021 berkat Fabio Quartararo, Yamaha belum pernah memenangkan balapan lagi sejak GP Jerman 2022 dan bahkan pabrikan yang bermarkas di Iwata Jepang itu sama sekali tidak meraih podium pada musim 2024.
Sebagai upaya untuk kembali kompetitif, pada musim panas lalu Yamaha mengumumkan bahwa mereka sedang melakukan pengembangan mesin V4 untuk motor MotoGP mereka. Langkah tersebut menandai perubahan besar pada konfigurasi mesin dari Inline-Four (I4) ke mesin V4 yang telah digunakan Yamaha sejak era mesin 4-tak dimulai.
Fabio Quartararo : Apakah Mesin V4 akan Menjadi ‘Obat Mujarab’ untuk Masalah Yamaha? Saya Tidak Yakin
Empat pabrikan yang terjun ke MotoGP seperti Ducati, KTM, Aprilia dan Honda semuanya menggunakan mesin V4. Mesin ini dianggap lebih unggul dalam hal tenaga dan akselerasi yang membuat Yamaha semakin tertinggal dalam persaingan di kelas utama.

Namun Fabio Quartararo menegaskan bahwa perubahan ke mesin V4 adalah langkah penting tapi tidak menjamin kesuksesan. Mesin V4 bukan satu-satunya solusi atas masalah performa yang Yamaha hadapi. “Menurutku itu adalah fase yang harus kami lakukan karena kami benar-benar tahu bahwa potensinya ada di V4. Kami melihat Ducati, Aprilia, KTM, dan Honda, karena ada hal-hal yang lebih buruk dari kami tetapi ada hal-hal lain yang jauh lebih baik dari kami. Kami harus melihat banyak hal, tetapi saya belum benar-benar mempertaruhkan segalanya pada mesin baru,” tegas rider asal Prancis itu.
Selain mesin, Quartararo juga menegaskan bahwa ada hal yang lain yang juga harus diubah yakni merevolusi cara kerja Yamaha. Karena salah satu alasan El Diablo memperpanjang kontrak hingga 2026 adalah komitmen Yamaha untuk melakukan perubahan termasuk merekrut mantan teknisi Ducati Max Bartolini.
“Pada September 2023, saya benar-benar mempertimbangkan untuk mengganti pabrikan. Saya meminta banyak hal pada Yamaha seperti insinyur yang berkualitas, anggaran besar untuk pengembangan aerodinamika, mesin dan personel baru. Dan Yamaha memebuhi tuntutan saya tersebut,” ungkap rider berusia 25 tahun itu.
Mesin V4 masih dalam pengembangan sehingga pembalap-pembalap Yamaha belum pernah mengujinya di lintasan. Meski optimis, namun Quartararo tetap realistis bahwa hanya mengubah konfigurasi mesin tidak cukup untuk menyaingi pabrikan-pabrikan Eropa yang sudah lebih maju.
Selain mesin, Yamaha harus meningkatkan aspek lain seperti aerodinamika, manajemen tim dan inovasi teknologi. Intestasi besar yang sudah digelontorkan Yamaha diharapkan akan membuahkan hasil pada MotoGP musim 2025. Musim 2025 juga akan menjadi pertaruhan besar bagi Yamaha dan Quartararo, apakah mesin V4 dan perubahan besar akan mampu mengatasi masa sulit mereka di MotoGP.






