RiderTua.com – Tim Pramac Ducati meraup kesuksesan di 2 seri pembuka MotoGP musim 2024. Jorge Martin adalah satu-satunya pembalap yang naik podium di keempat balapan (meliputi sprint race dan balapan utama). Kemenangan sprint di Qatar dan kemenangan GP Portugal membuat rider asal Madrid-Spanyol itu saat ini memimpin klasemen dengan 60 poin. Dalam Kejuaraan Dunia Tim, saat ini Pramac juga berada di peringkat 2 sangat dekat dengan pemimpin Tim Lenovo Ducati. Rumor Pramac merapat ke Yamaha atau KTM diklarifikasi oleh Manajer tim Pramac sendiri..
Kisah sukses kolaborasi antara tim Pramac Racing dan Ducati akan terus ditulis di sejarah MotoGP. Manajer tim Gino Borsoi mengatakan, “Selalu ada rumor di paddock, itulah mengapa yang terbaik adalah mengandalkan kontrak. Kami mempunyai opsi dengan Ducati untuk 2 tahun ke depan dan kami senang dengan mereka. Hampir semuanya telah ditandatangani, sehingga kami dapat mengakhiri rumor tentang kemungkinan pergantian pabrikan. Dunia harus berakhir sebelum kita mempertimbangkan perubahan.”
Manajer Tim Pramac Akhiri Rumor : Mereka Tetap Setia di Ducati

Mengenai pencapaian Jorge Martin, Gino Borsoi mengatakan bahwa Martin menyesuaikan program latihan dan pola makannya di musim dingin, yang membantunya mengurangi berat badannya. Sekarang dia banyak bersepeda agar lebih fit, baik secara mental maupun fisik selama balapan.
Tahun lalu, Martin bersaing ketat melawan Pecco Bagnaia (tim pabrikan Ducati) untuk memperebutkan gelar dunia hingga balapan final di Valencia. Saat itu, rider berusia 26 tahun itu secara khusus meningkatkan tekanan di paruh kedua musim 2023, di mana Martin meraih 3 dari 4 kemenangannya.
“Tahun lalu kami tidak mengawali tahun dengan buruk, tapi butuh waktu lebih lama bagi kami untuk menyesuaikan gaya balap Jorge dengan motor baru. Kami baru benar-benar berhasil melakukannya di pertengahan musim. Tahun ini kita beruntung GP24 sudah bekerja maksimal sejak tes pertama, Ducati sudah melakukan pekerjaannya dengan baik saat ini. Namun Jorge juga banyak melatih kekuatan fisik dan mentalnya selama musim dingin, yang kini menguntungkannya,” imbuh Borsoi.
Mengenai fakta bahwa Martin memimpin klasemen Kejuaraan Dunia setelah 4 balapan pertama di musim ke-4 nya di MotoGP, sambil tersenyum Borsoi mengatakan, “Sekarang dia adalah Martin 4.0.”






