RiderTua.com – Tesla masih memiliki dominasi cukup kuat di pasar mobil listrik secara global. Namun dalam beberapa tahun terakhir, mereka mulai tertinggal dari sejumlah kompetitornya seperti BYD. Tahun lalu saja penjualan mobil BEV Tesla telah dikalahkan oleh BYD, itupun dengan selisih yang cukup jauh. Apalagi di Indonesia, dimana mereka belum juga berjualan mobil disini, tapi rivalnya sudah lebih dulu memulainya.
Tesla Mulai Tertinggal Dari Kompetitornya di Indonesia
Soal mobil listrik, Tesla bisa dikatakan cukup berpengalaman dalam mengembangkan mobil jenis ini. Salah satu diantaranya bahkan mampu mengungguli Nissan Leaf yang sudah lama menguasai pasarnya, dan kini mereka menawarkan sejumlah produk terbaiknya. Termasuk pikap Cybertruck yang baru saja diluncurkan tahun lalu.
Namun di Indonesia, kehadirannya baru terbatas sebagai mobil impor yang dijual melalui Prestige Image Motorcars. Itupun baru segelintir model yang dijual dengan harga lebih dari Rp 1 miliar karena didatangkan dalam bentuk CBU dari luar negeri. Tesla sempat berulang kali ingin melakukan investasi disini, tapi tak kunjung terwujud hingga sekarang.

Pasar Mobil BEV
Sementara itu, rival terkuatnya, BYD, sudah lebih dulu berjualan mobil di Indonesia, dengan menjual tiga mobil listriknya, yaitu Atto 3, Dolphin, dan Seal. Ketiganya dijual dengan harga di bawah Rp 800 jutaan, dan ini saja sudah cukup terjangkau untuk mobil BEV impor. Walau rencana ke depannya, BYD akan memproduksi mobilnya secara lokal agar harganya bisa lebih murah lagi.
Jika dibandingkan dengan Tesla, BYD kini memiliki dominasi di pasar mobil BEV dalam beberapa bulan terakhir. Tidak heran mengapa merek mobil yang satu ini menjadi merek yang dapat mengalahkan dominasi Tesla secara global. Apalagi soal investasi mobil listrik di Indonesia, dimana BYD yang lebih dulu melakukannya.






