Luca Marini Suka Motor yang Sulit Dikendarai

RiderTua.com – Era MotoGP modern ditandai dengan elemen aerodinamika dan perangkat pengatur ketinggian (ride height device). Beberapa pembalap lebih menyukai motor yang tidak banyak elektronik dan alat bantu tersebut.. Sependapat dengan Marquez beberapa hari lalu, Luca Marini (Tim Balap Mooney VR46) juga tidak terlalu menyukai perkembangan motor MotoGP terbaru. Adik Valentino Rossi itu menjelaskan, “Saya lebih suka motor yang lebih sulit dikendarai, karena pembalap yang membuat perbedaan,” katanya..

Runner-up Moto2 2020 itu menjelaskan lebih lanjut, “Di kelas yang lebih kecil seperti Supersport 300 atau Moto3, masalah besarnya adalah motornya terlalu mudah dikendarai. Dan MotoGP saat ini menuju ke arah itu.”

“Semua orang ingin menjadi pembalap terbaik. Tetapi jika kita menginginkannya, kita hanya perlu memiliki lebih banyak kesempatan untuk membuat perbedaan. Saya senang ketika motor lebih sulit dikendarai, di mana pembalap dipaksa untuk berkembang,” pungkas rider berusia 25 tahun itu.

Luca Marini ingin Mengalahkan Pembalap Tim Resmi

Pada tahun 2023, Tim Balap Mooney VR46 akan mendapatkan dua Desmosedici GP22 yang tersedia untuk para pembalapnya. Luca Marini, yang lebih memahami motor GP22 ini di mana sama seperti tahun lalu yang dia kendarai, menetapkan target yang ambisius.

“Saya harap bisa cepat. Saya ingin melakukannya dengan baik untuk memiliki part Ducati baru seperti yang mereka lakukan tahun ini dengan Bastianini. Saya yakin Ducati akan membawa banyak suku cadang baru selama musim ini, dan jika performa kami bagus, Gigi Dall’Igna selalu memberi tahu saya bahwa pabrikan akan memberi kami banyak dukungan. Jadi dengan paket kompetitif ini saya harus mengalahkan pembalap pabrikan Ducati (Pecco- Bastianini). Itu tidak akan mudah, tapi Bastianini telah melakukannya beberapa kali tahun ini,” kata pembalap Italia itu dilansir Paddock-GP.

Perlu diingat bahwa Enea Bastianini, yang berkompetisi tahun ini dengan motor dari tahun lalu (GP21), mendapat dukungan ekstra dari Ducati dibandingkan pembalap satelit lainnya ketika pembalap Italia itu mulai menunjukkan hasil yang kompetitif. Motor yang dipakainya mengakhiri musim itu ternyata bisa dibilang sejenis dengan Desmosedici GP21.5, mesin 2021 tapi dengan beberapa penyempurnaan dari 2022.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: