Cal Crutchlow: Hati-hati dengan Tetsuta Nagashima (Honda)

RiderTua.com – Bagi Cal Crutchlow, comebacknya di MotoGP berjalan dengan sukses di Aragon. Pembalap WithU RNF Yamaha itu langsung mencetak poin dan juga mengumpulkan data penting untuk pabrikan asal Jepang tersebut. Rider asal Inggris itu akan melakoni balapan keduanya dengan tim milik Razlan Razali sebagai pengganti Andrea Dovizioso yang pensiun. Menjelang balapan di Motegi, tes rider Yamaha itu punya keuntungan karena beberapa bulan lalu dia berada di sini untuk menjalani tes dengan para insinyur Yamaha. Mengenai wildcard seri Jepang Cal berujar, “Saya menjalani tes bersama Tsuda dari Suzuki dan Nagashima dari Honda. Kita akan terkejut melihat seberapa cepat Nagashima, dalam tes dia seperti roket. Dia anak yang baik, dia sangat membuatku terkesan, hati-hati dengan dia!”

Cal Crutchlow: Hati-hati dengan Tetsuta Nagashima!

“Bulan Juli yang lalu, kami melakukan tes selama 2 hari, itu terakhir kali saya di sini. Saat itu suhunya lebih dari 40 derajat dan kami menguji motor untuk tahun 2023. Ya, kami memiliki sedikit keuntungan dalam hal pengetahuan trek, tapi saya tidak berpikir itu sangat menguntungkan. Treknya menjadi sedikit bergelombang dan gripnya juga tidak terlalu bagus. Saya suka treknya, saya suka Jepang karena ini negara yang hebat. Saya suka berada di sini,” ujar Cal Crutchlow.

Pemenang tiga kali balapan MotoGP itu menambahkan, “Saya melakoni tes bersama Tsuda dari Suzuki dan Nagashima dari Honda. Kita akan terkejut melihat seberapa cepat Nagashima, dalam tes dia seperti roket. Dia anak yang baik, dia sangat membuatku terkesan, hati-hati dengan dia!”

Tetsuta Nagashima memenangkan Suzuka Eight Hours bersama Iker Lecuona dan Takumi Takahashi untuk HRC pada bulan Agustus dan akan melakukan debut MotoGP di Motegi dengan wildcard.

Apakah ride height device bisa memberikan banyak manfaat di Twin Ring Motegi? Pada balapan terakhir tahun 2019, perangkat ini tidak dipasang di motor manapun (Ducati hanya menggunakan perangkat start).

“Motornya jauh lebih sulit untuk dikendarai ketimbang sebelumnya. Kita harus berpikir lebih banyak. Kita punya 10 tombol berbeda di setang, kita harus menghafalkannya selama setengah lap. Semuanya menjadi lebih sulit, tetapi pada akhirnya motor lebih mudah dikendarai oleh pembalap. Saya sudah menguji Ride Height Device di sini, tetapi saya menemukan bahwa itu tidak banyak membantu. Saya bisa menggunakannya di beberapa tikungan, tapi itu juga tidak terlalu membantu,” jelas rider berusia 36 tahun itu.

Mengenang kembali GP Aragon, pembalap Yamaha itu menjelaskan, “Saya senang dengan minggu lalu, saya senang melihat bagaimana kelanjutannya kali ini. Kami dapat mengumpulkan informasi yang baik, Yamaha dan tim senang. Kami melihat dari dekat apa yang bisa kami tingkatkan untuk tahun depan. Ini masih motor yang sama, belum ada perubahan radikal.”

“Pembalap Yamaha lainnya harus cepat, tapi itu tidak berlaku untuk saya. Tapi hal itu yang membuat saya bahagia. Kami bahkan lebih cepat dari tahun lalu. Kami sedang mengatasi kelemahan dari M1, tetapi pada saat yang sama kami ingin menjaga hal-hal positif di motor baru,” pungkas Cal sambil tersenyum.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: