Fabio Quartararo Bingung dengan Cara Kerja Yamaha!

Monster Energy Yamaha MotoGP RiderTua.com – Setelah 12 dari 20 balapan, Fabio Quartararo dengan percaya diri memimpin klasemen MotoGP untuk tim pabrikan Yamaha. Tapi penampilannya buruk dalam dua balapan terakhir. Di Assen dan Silverstone, pembalap asal Prancis itu kehilangan 42 poin dari pembalap pabrikan Ducati Pecco Bagnaia, yang kini hanya tertinggal 49 poin di belakang pemimpin klasemen itu. Jelas hal ini membuatnya khawatir. Fakta bahwa pabrikan Eropa kini mendominasi, Dovizioso mengatakan pabrikan Jepang harus mengubah mentalitas mereka.. bahkan kini El Diablo mengatakan tidak paham dengan cara kerja tim Jepang itu, “Saya tidak tahu bagaimana Yamaha bekerja.. Saya hampir tidak pernah melihat karyawan mereka yang melakukan pekerjaan nyata,” kata Quartararo. Apakah Quartararo mulai merasakan tekanan untuk pertahankan gelar dunianya?

Fabio Quartararo: Saya Tidak Tahu Cara Kerja Yamaha

Dalam balapan di Silverstone, akhirnya Quartararo hanya mampu finis di posisi ke-8. Apa kekalahan Yamaha M1 dibandingkan dengan pabrikan lain? “Top speed, akselerasi, cengkeraman roda belakang, ada banyak hal yang tidak kami miliki. Tetapi saya lebih suka untuk tidak berbicara terlalu banyak tentang hal-hal ini. Hal utama bagi kami adalah, kami tetap fokus dan tidak melihat aspek negatif karena kami tidak dapat meningkatkannya untuk musim ini,” jawab Juara Dunia MotoGP 2021 itu.

Balapan berikutnya akan berlangsung di Red Bull Ring di Spielberg, dimana top speed sangat penting di trek ini. Bukan tugas yang mudah bagi Yamaha M1. Manakah dari 8 trek balap yang tersisa pada tahun 2022 yang sangat cocok dengan motornya? “Saya pikir kami bisa cepat di semua trek, tapi tidak ada satu trek yang benar-benar cocok untuk kami. Semua trek adalah tentang akselerasi dan ada trek lurus yang sangat panjang. Tentu saja kami tidak balapan di Jepang dan Thailand tahun lalu, tapi ini semua tentang akselerasi dan top speed,” tegas rider berusia 23 tahun itu.

Baru-baru ini pabrikan Eropa merayakan banyak kesuksesan. Apakah Yamaha perlu memikirkan kembali dan mengubah cara kerjanya menjadi lebih kompetitif? “Saya tidak tahu bagaimana Yamaha bekerja, karena saya hanya tahu beberapa orang di pit. Saya hampir tidak pernah melihat karyawan yang melakukan pekerjaan nyata,” kata Quartararo.

“Saya tidak tahu bagaimana mereka melakukan pekerjaan mereka. Yamaha mempekerjakan beberapa insinyur Italia, saya harap ini akan membantu kami. Tidak ada yang mengerti, betapa saya saat ini kesulitan dan ‘nge-push’ motor (hingga limit). Itu membuat pekerjaan saya sangat rumit,” pungkas Ela Diablo.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: