Mengapa Ducati Memberi Banyak Waktu untuk Jorge Martin?

RiderTua.com – Jika mengacu pada hasil terkini, sudah pasti Bastianini ‘auto’ ke tim pabrikan Ducati, namun mengapa Ducati memberikan begitu banyak waktu untuk Jorge Martin?.. Sementara angka-angka jelas menang Enea Bastianini untuk mendapatkan tempat kedua sebagai rekan Pecco tahun depan. Ducati terus menunda pengumuman pembalap yang akan dipilih, yang jelas-jelas berpihak pada Jorge Martin. Keputusan Ducati mundur dan mundur terus dari awalnya diumumkan seri Italia atau Catalunya kemarin..

Dengan resminya kepergian Jack Miller ke KTM, kursi kedua tim resmi Ducati sekarang benar-benar kosong dan Enea Bastianini dan Jorge Martin secara terbuka memperebutkannya, keduanya dinominasikan sebagai kandidat dari awal musim untuk mendapatkan posisi itu. Bahkan sebelum pengumuman ini, Ducati memang telah menyatakan keinginannya untuk mempertahankan semua pembalap yang dipercayanya untuk masa depan, dan di antaranya adalah dua bintang yang sedang naik daun selama 24 tahun ini. Ducati menjamin mereka memiliki motor spek resmi pada tahun 2023 (GP23) dan diperlakukan sama, sambil menyisakan waktu untuk memilih tim mana yang akan ditempatkan masing-masing, sementara Pecco Bagnaia masih aman di tempatnya.

Ducati Mengulur Waktu untuk Jorge Martin

Mengingat hasil dari sembilan balapan pertama, Bastianini seharusnya sudah menandatangani kontrak untuk menjadi rekan setim Bagnaia. Pembalap tim Gresini saat ini sebenarnya berada di tempat ketiga dalam kejuaraan, di mana dia bahkan pernah menjadi pemimpin klasemen untuk sementara waktu, dan dia adalah pembalap dengan posisi terbaik di Ducati, di depan Johann Zarco dan Bagnaia sendiri, masing-masing keempat dan kelima.. Dia juga telah memenangkan sepertiga dari balapan yang diperebutkan sejauh ini (tiga dari sembilan seri).. Bestia adalah satu-satunya pembalap yang saat ini memiliki banyak kemenangan.

Di atas kertas, Bastianini jelas memiliki keunggulan melawan Jorge Martin, yang hanya berada di urutan ke-12 dalam klasemen dengan selisih 43 poin.. Kita juga tidak boleh lupa bahwa kedua pembalap itu tidak mengendarai motor yang sama. Bastianini mengendarai GP21 sementara Martín memiliki GP22. Namun, prototipe tahun ini menghadapi lebih banyak masalah daripada yang diharapkan, sementara Desmosedici tahun lalu dianggap “motor yang sempurna” di mata Bagnaia sendiri..

Mundur dan Mundur

Di awal musim, Paolo Ciabatti, direktur olahraga Ducati Corse, mengatakan bahwa kepastian pembalap kedua sebagai rekan Pecco di tim pabrikan akan diketahui di sekitar GP Italia, atau paling lambat Catalunya. . Tapi begitu di Mugello, tenggat waktu dimundurkan di Assen, lalu akhirnya ditunda hingga setelah liburan musim panas.

Fakta bahwa pengumuman terus ditunda adalah indikasi yang semakin jelas dari preferensi pabrikan, terutama karena kontrak Martín termasuk klausul yang tidak terpenuhi, yaitu mendapatkan motor milik Jack Miller pada tahun 2023..

Namun dia agak tertinggal saat ini dibandingkan dengan Bastianini, Martín tetap diberi kesempatan. Meskipun Bestia orang Italia yang akan menarik bagi Ducati ddengan pasangan Italia 100%. Tapi pembalap Spanyol itu juga bisa diandalkan kecepatannya. kemampuannya saat menjadi rookie dengan merebut empat pole position, tiga podium lainnya, serta kemenangan hanya dalam 14 balapan.

Martín menemukan dirinya dalam kesulitan dengan GP22 yang tidak stabil. Ditambah dia masih cedera artinya tidak fit 100%..  Apakah hal ini yang membuat Ducati masih memberinya waktu?

Related Articles

1 COMMENT

  1. Memasangkan Bagnaia dan Bastianini mungkin saja ibarat memasang 2 striker dg type yg sama. Kejadian sebelumnya pernah dilakukan oleh Ducati dg 2 rider type yg sama dalam satu tim ( Andrea Doviziozo dg Andra Ianone ) hasilnya….???? Saling sikut sikutan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page