Dovizioso: Hanya Suzuki yang Bisa Menunjukkan Jumlah Lap di Dashboard

RiderTua.com – Podium lepas begitu saja dari tangan Aleix Espargaro dengan begitu mudah akibat kecerobohan. Andrea Dovizioso selaku pembalap paling senior di lintasan MotoGP saat ini, bisa mengerti dan memahami apa yang terjadi /menimpa pembalap Aprilia itu. Saat Dovi ditanya, apakah jumlah lap tidak ditampilkan di dasbor? “Hampir tidak ada satupun (motor) yang menunjukkan jumlah lap di dashboard. Hanya Suzuki yang memilikinya, menurut saya pembalap lain tidak memilikinya. Ini tidak seperti kita dapat menunjukkan apa pun yang kita inginkan di sana (di dasbor motor). Ketika kita memilih satu hal, tidak ada ruang untuk hal lain (tidak bisa semua hal ditampilkan di dasbor),” jawab pembalap berusia 36 tahun itu.

Dovizioso: Hanya Suzuki yang Bisa Menunjukkan Jumlah Lap di Dashboard

Selain crash serius di awal balapan, GP Catalunya hari Minggu lalu juga dikejutkan dengan aksi konyol yang dilakukan Aleix Espargaro. Dimana pembalap asal Spanyol itu merayakan podium satu lap terlalu dini di hadapan penonton tuan rumah.

Ketidakpercayaan yang terjadi di garasi Aprilia, mungkin sama besarnya dengan pemirsa TV di rumah. Ketika Aleix Espargaro menangis tersedu-sedu, bahkan CEO Dorna Carmelo Ezpeleta mendatanginya dan berusaha menghiburnya.

Ketika ditanya mengenai insiden itu, Andrea Dovizioso mengatakan, “Bertentangan dengan apa yang mungkin dipikirkan penonton di rumah, bahwa hal seperti itu bisa saja terjadi. Memang benar, seorang pembalap harus tetap fokus dan tidak melakukan kesalahan seperti itu, dan dia sendiri mengakuinya. Tapi saya bisa jamin bahwa seorang pembalap harus memikirkan banyak hal dengan kecepatan ini.”

“Pada dasarnya, kita harus memutuskan mulai dari awal hingga akhir, informasi apa yang kita lihat di pitboard dan biasanya itu adalah celahnya. Yang terpenting, jangan melihatnya setiap lap. Jika kita sudah melihat bahwa balapan kurang empat lap, maka kita akan mengingat dan menghitungnya. Biasanya begitu,” jelas rekan setim Darryn Binder itu.

“Saya pikir Aleix membuat kesalahan dengan melihat menara, bukan pitboard-nya. Papan pit pasti benar. Tapi itu bisa terjadi dengan cepat, karena kita capek dan mungkin sedikit berkabut dalam kondisi itu. Tapi seperti yang saya katakan sebelumnya, itu seharusnya tidak terjadi. Bahkan jika pembalap mungkin terlihat seperti orang bodoh dari luar, sebenarnya sangat mudah untuk melakukannya,” imbuh Dovizioso sambil tersenyum.

Faktanya, Aleix Espargaro menggunakan menara sebagai panduan, yang saat itu menunjukkan L1 di lap kedua dari belakang dan L0 di lap terakhir di Circuit de Barcelona-Catalunya.

Mengenai tampilan dasbor, Dovi menambahkan, “Jadi itu tergantung pada prioritas kita dan kita memutuskan atas dasar itu. Biasanya hampir semua pembalap memilih menampilkan posisi gigi persneling sehingga kita dapat memeriksa apakah kita berada di persneling yang tepat saat menurunkan gigi. Jika kita melihat angka lain yang ditampilkan di sebelahnya indikator gear, itu mungkin membingungkan. Kita bisa melakukan itu, tapi itu tidak standar.”

Apakah kesalahan rookie lebih sulit dilakukan oleh seorang pembalap ketimbang crash di lap kedua dari belakang? “Tidak. Apa yang terjadi pada Aleix, dia dapat mengatasinya dalam beberapa hari. Crash lebih buruk, jauh lebih buruk,” ujar Dovi yakin.

BTW, kini Aleix Espargaro bisa tertawa lagi saat diundang di acara bincang-bincang ‘El Hormiguero’ minggu ini yang juga membahas masalah itu. “Saya harap saya tidak pergi sebelum akhir balapan,” canda bintang Aprilia itu di sana.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page