Aleix Espargaro: Saya Mulai Menangis, Merasa Sangat Malu

RiderTua.com – Dalam sebuah wawancara di program TV: El Hormiguero, Aleix Espargaro berbicara tentang apa yang terjadi di last lap race MotoGP Catalunya. Pembalap Aprilia itu kembali bisa tersenyum setelah melakukan kesalahan. Dia hampir merayakan tempat kedua di balapan rumahnya, tidak menyadari bahwa masih ada satu putaran lagi.  Pembalap Aprilia itu berkata, “Itu adalah kesalahan serius. Saya benar-benar buruk, saya berada di urutan kedua di depan seluruh penonton tuan rumah. Saya mulai menangis, merasa sangat malu. Saya tiba di garasi dan saya tidak tahu di mana saya berada,” katanya. Sejatinya, podium dalam balapan Catalunya memiliki nilai tersendiri bagi Aleix Espargaro, yang lahir dan dibesarkan beberapa kilometer dari sirkuit ini.

Dalam balapan kandang di Catalan, sebuah kemenangan akan menjadi impian seumur hidup, tetapi Fabio Quartararo tidak lagi dapat dikejar setelah sepertiga pertama balapan. Kakak dari Pol Espargaro itu ingin menyampaikan saran dari teknisi Aprilia dan Michelin yang mengundang mereka untuk mengatur ban di lap pertama. Jika dia memiliki keberanian untuk memacu dengan segera di lap awal, mungkin semuanya akan berakhir berbeda. Musim ini Aleix telah meraih satu kemenangan dan empat podium yang layak untuk menempati posisi kedua klasemen. “Jika menang, saya akan merayakannya bersama tim, lalu makan pizza atau sushi dengan anak-anak dan istri saya, saya pria yang membosankan,” canda pembalap Aprilia itu.

Kita Manusia..

Aleix mengatakan, “Saya berusia 32 tahun dan saya telah berada di kejuaraan Dunia selama 16 musim. Saya pernah jatuh, saya terluka, mesin saya rusak, tetapi hal seperti ini tidak pernah terjadi pada saya. Saya memiliki waktu yang sangat buruk karena saya telah selesai kedua di depan orang-orang saya (kru Aprilia) dan menyapa seperti saudara sepupu ketika ada satu putaran tersisa … Saya mulai menangis dan saya memiliki waktu yang sangat buruk, saya sangat malu”.

Espargaro bersaudara yang tertua itu melanjutkan dan mengakui bahwa ini adalah kesalahan, kita adalah manusia, itu adalah hal-hal yang bisa terjadi, tetapi ketika itu terjadi, itu membuat dia sangat marah . “Saya memiliki tim di sekitar saya yang brutal, tetapi tidak ada saudara kembar saya yang ada di dalam garasi, dua anak kecil saya, atau siapa pun yang menghibur saya. Itu adalah lautan air mata”, kata Aleix Espargaró..

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page