Ducati: Bestia Dimana Bestie? Pilihan Sulit, Keputusan Sebentar Lagi!

RiderTua.com – Ducati Corse berhasil memenangkan 5 dari 8 balapan MotoGP musim 2022. Saat ini pabrikan asal Borgo Panigale itu memimpin klasemen konstruktor dan tim Ducati-Lenovo menempati peringkat 2 dalam klasemen tim. Menjelang balapan kandang di Mugello akhir pekan ini, keempat pembalapnya menempati posisi 7 teratas dalam klasemen pembalap. Sementara itu, pembalap Ducati yang berhasil mengamankan tempatnya hingga 2024 hanya Pecco Bagnaia dan Enea Bastianini. Lalu bagaimana nasib Jack Miller, Jorge Martin dan Johann Zarco? “Paling lambat setelah GP Catalunya pada 5 Juni mendatang, Ducati akan memutuskan apakah Enea Bastianini akan bergabung dengan tim pabrikan, menggantikan Miller. Jika Miller pergi ke Pramac ketimbang ke KTM, Zarco bisa ditempatkan di Gresini,” kata direktur olahraga Ciabatti. Seperti permainan catur, Ducati jangan sampai ‘salah langkah’ menempatkan semua pembalap terbaiknya..

Ducati: Keputusan yang Tidak Mudah

Tetapi para petinggi Ducati seperti CEO Claudio Domenicali, Manajer Umum Ducati Corse Gigi Dall’Igna dan Direktur Olahraga Paolo Ciabatti, melihat pemimpin klasemen Fabio Quartararo (Yamaha), tim pabrikan Suzuki, runner-up Aleix Espargaro (Aprilia) dan beberapa rival kuat lainnya.

Pada saat yang sama, sekarang keputusan yang jauh lebih sulit harus dibuat. Bagaimana line-up dari keempat tim MotoGP Ducati untuk 2023? Kini kontrak dengan Enea Bastianini telah diperpanjang hingga akhir 2024. Tetapi di tim mana dia akan bergabung masih menjadi tanda tanya. Baru-baru ini Ducati melaporkan bahwa Bestia berpeluang 70 persen mengambil alih tempat Miller di tim pabrikan.

“Tetapi Ducati ingin menunggu dua balapan lagi di Mugello (29 Mei) dan Catalunya (5 Juni), sebelum membuat keputusan akhir,” ujar Paolo Ciabatti jelang GP Mugello.

Bastianini akan ditransfer ke tim Ducati Lenovo untuk 2023, apakah dugaan ini salah atau benar? “Ini adalah kemungkinan. Tapi itu belum 100 persen pasti. Prospek Enea jelas bagus,” jawab Paolo.

Keputusan itu dibuat berdasarkan apa? Bos Ducati itu menjawab, “Grafik belajar Bastianini terus naik keatas, performa balapnya luar biasa, dia lebih muda ketimbang Miller, dia juga sudah meraih tiga kemenangan musim ini, sementara Miller belum. Dan Jorge Martin, 5 kali gagal finis pada tahun 2022. Jadi tidak ada yang bisa dikatakan tentang Enea. Kami harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keinginan sponsor kami. Jorge Martin adalah pembalap yang fantastis tetapi dia mengalami 5 kali crashn dalam 7 balapan pertama. Kami tidak ingin tergesa-gesa. Karena itu kami menunggu sampai kami memutuskan, siapa yang masuk tim mana. Kami ingin memikirkan semuanya dengan hati-hati.”

Tapi faktanya sudah jelas, bahwa Enea adalah satu-satunya pembalap yang meraih tiga kemenangan tahun ini. Sebagai pembalap Ducati terbaik, dia berada di peringkat 3 dalam klasemen, hanya kalah 8 poin di belakang pemimpin klasemen Quartararo. Di sisi lain, sejauh ini Jorge Martin berhasil finis ke-2 (GP Argentina) dan ke-8 (GP Amerika). Dia terpaut 74 poin di belakang Quartararo. “Ya, Jorge 5 kali gagal mencetak poin. Tapi harus dikatakan bahwa crash di Qatar bukan salahnya, karena dia terbawa jatuh oleh Bagnaia,” ujar bos asal Italia itu.

Jorge jelas sangat cepat. Dia berhasil meraih dua kali pole position dan dua kali berada di urutan ke-2 di grid pada 2022. “Jadi keputusan kami tidak mudah. Karena itu, kami ingin menebus opsi pada pembalap terlebih dahulu dan kemudian memutuskan tim mana yang akan mereka tunggangi pada tahun 2023,” imbuh Paolo Ciabatti.

Pada tahun 2021, Jack Miller memenangkan dua balapan dalam 8 hari yakni di Jerez dan Le Mans. Jika di musim ini dia berhasil menang dua kali berturut-turut, apakah Ducati akan dipusingkan dengan lebih banyak pilihan? “Saya tahu… Saya tahu. Tapi apa yang harus kita lakukan? Bukankah kita seharusnya senang bahwa kita mempunyai begitu banyak pembalap cepat di motor kita?” ujar Paolo.

Gigi Dall'Igna - Paolo Ciabatti - Ducati
Gigi Dall’Igna – Paolo Ciabatti – Ducati

BTW, Ducati diperkuat 8 pembalap di MotoGP. 5 pembalap Italia, 1 pembalap Spanyol, ditambah Miller dan Zarco. Bukankah Eropa Selatan terlalu terwakili dalam susunan pembalap untuk merek global? “Pertama, kita harus memperhitungkan bahwa kami tidak memiliki hak suara dalam pemilihan pembalap dengan tim Mooney VR46, misalnya. Ini adalah tim satelit. Strategi mereka adalah membawa pembalap dari VR46 Riders Academy ke MotoGP. Itu bisa dimengerti dan masuk akal,” ungkap Paolo.

“Mengenai pilihan pembalap di Gresini Racing, sebelum kematian Fausto, mereka telah mempunyai kesepakatan dengan Fabio Di Giannantonio untuk MotoGP 2022. Itu adalah rencananya dan itu dihormati. Dapat dimengerti, Enea Bastianini dipekerjakan untuk tahun 2022 setelah melakoni musim rookie yang kuat di Esponsorama,” imbuhnya.

Paolo menambahkan, “Ducati tidak melihat kebangsaan saat kami merekrut para pembalap. Karena kami berpikir, siapa pembalap muda yang paling menjanjikan? Jadi kami mengontrak Enea dan menempatkannya di Gresini Racing. Jika hari ini kita melihat pembalap di Moto2 dan bahkan di Moto3, sebagian besar diisi oleh orang Spanyol dan Italia. Sebagian besar pemenang berasal dari negara-negara tersebut.”

Jika Bastianini bergabung dengan Bagnaia di tim pabrikan, Ducati punya tiga kandidat untuk tim Pramac yakni Miller, Zarco, dan Jorge Martin. “Pertama kita harus menunggu dan melihat apa yang akan dilakukan Jack Miller. Tentu saja kami mendengar bahwa dia sedang bernegosiasi dengan KTM. Itu bukan rahasia. Kami mengatakan kepada Jack dan manajernya Aki Ajo, ‘jika Anda mencari tempat di tim pabrikan, silakan lihat-lihat karena saat ini kami tidak dapat menawarkan Jack tempat di tim pabrikan 2023. Jadi mungkin kami punya lima pembalap untuk kedua tim. Mungkin hanya empat pada akhirnya,” ungkap Paolo.

Sejauh ini, KTM belum menggunakan opsi pada Oliveira, Gardner dan Raul Fernandez. Jadi Jack Miller secara teoritis bisa membalap bersama Brad Binder di tim pabrikan Red Bull. Namun Alex Rins dan Pol Espargaro juga memungkinkan. Tapi Jack menemukan paket yang lebih kuat di Ducati. “Ya, setelah 5 tahun Jack sangat mengenal motor kami. Secara teknis dia lebih tepat untuk tetap bersama Ducati. Tapi kami juga harus menyepakati gaji dan durasi kontrak,” lanjutnya.

Paolo melanjutkan, “Bisa saja Jack mendapat tawaran gaji yang lebih baik dari kompetitor. Kemudian kita harus memeriksa apakah kita bisa membandingkan level atau tidak. Tidak diragukan lagi Ducati akan senang jika kami bisa mempertahankan Jack. Tetapi belum mungkin untuk mengatakan, apakah kami akan berhasil dan apakah kondisinya memungkinkan.”

Jia Enea ke tim pabrikan, ini artinya Gresini Racing akan kehilangan Bastianini. Akankah Ducati membantu dalam mencari pembalap top baru? “Kami mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan tim balap ini. Mereka yang bertanggung jawab di Gresini selalu berkonsultasi dengan kami dalam hal keputusan tersebut. Tentu, jika Bastianini pergi ke tim pabrikan atau ke Pramac, kami akan berdiskusi dengan tim Gresini, pembalap mana yang punya level bagus yang tersedia,” lanjutnya.

“Ketika tim MotoGP yang terbiasa menang mencari pembalap, pasti sulit untuk mengganti pembalap top dengan rookie. Juga, setiap tim harus membuat sponsor mereka senang. Dan beberapa sponsor tidak puas hanya dengan melatih pembalap muda. Para pemodal ingin menjadi yang terdepan, memiliki publisitas dan ditampilkan di TV.”

Jika Jack Miller memutuskan kembali ke Pramac, apakah Zarco bisa ditukar ke Gresini?
“Kenapa tidak? Tapi masih terlalu dini untuk memikirkannya. Karena mungkin Jack akan pindah ke tim yang berbeda,” pungkas bos Duacti itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page