Alex Marquez: Marc Melepaskan Beban dari Pundaknya

RiderTua.com – Alex Marquez berbicara mengenai operasi yang harus dijalani kakaknya Marc usai GP Mugello. Ini merupakan operasi keempat sejak crash parah di GP Jerez pada Juli 2020 lalu. “Sebuah beban lepas dari pundaknya. Kini dia lebih bahagia. Pada hari Sabtu, kami duduk bersama saat makan malam. Dia terlihat tenang dan santai. Usai konferensi pers, dia benar-benar sangat senang. Ini adalah cara terbaik untuk menghadapi situasi ini. Sebelum operasi lainnya, dia lebih khawatir. Dia tahu, meskipun operasi ini rumit, itu tidak terlalu rumit ketimbang operasi yang lain. Saya pikir, keputusan ini sedikit melepaskan beban dari pundaknya. Bukan hanya untuk dia, tetapi seluruh keluarga dan timnya,” ujar pembalap LCR Honda MotoGP itu.

Di Mugello Alex finish P-14, “Saya hampir highside di tikungan 12, saya punya kecepatan yang mirip dengan Marc dan Taka. Motor kami benar-benar sangat tidak stabil. Kami bermasalah dengan keseimbangan motor dan grip roda belakang kami tidak stabil,” katanya..

Alex Marquez: Marc Melepaskan Beban dari Pundaknya

Usai start dari posisi ke-18 di grid, Alex Marquez finis di posisi 14 di Mugello. Rider berusia 26 tahun itu mengungkapkan, “Untuk situasi kami, balapan tidak buruk. Saya memberikan 100 persen di setiap lap dan di setiap tikungan. Saya hanya sedikit marah karena melakukan kesalahan di belakang Taka dan Marc. Saya hampir highside di tikungan 12, jadi saya kehilangan langkah itu.”

Rider asal Cervera-Spanyol itu menambahkan, “Tapi di lap terakhir saya punya kecepatan yang sangat bagus lagi. Mirip dengan Marc, Taka dan 5 pembalap teratas. Itu bagus, tapi kami harus meningkat di tujuh lap pertama. Start dan lap pertama bagus. Setelah itu, ketika yang lain mempunyai grip ekstra, sangat mudah untuk membuat kesalahan dengan motor kami. Dengan tangki penuh dan ban belakang baru, kami bermasalah saat berbelok. Itu bagian terburuknya. Tapi kami harus meningkatkan keseluruhan paket, di trek mana pun.”

Pekerjaan Alex semakin sulit saat tidak bisa balapan dengan agresif, terutama di tahap awal balapan. “Saya selalu mencoba untuk melupakan itu dan terus memacu. Tapi aku hampir terbang dengan highside. Saya tiga kali berada dalam situasi seperti itu di Le Mans dan hanya sekali di Mugello. Tetapi itu adalah momen yang sulit. Setelah itu, kecepatan kami tidak buruk, tetapi motor kami benar-benar sangat tidak stabil. Kami bermasalah dengan keseimbangan dan grip roda belakang kami tidak stabil,” lanjutnya.

Apakah potensinya cukup untuk finis di posisi ke-8, di mana rekan setimnya Takaaki Nakagami berakhir sebagai pembalap Honda terbaik? Alex Marquez menarik napas dalam-dalam dan kemudian menjawab, “Jika kami start dari baris ketiga dan skenario sempurna telah terjadi, maka mungkin kami akan melakukannya. Balapan yang sempurna tidak pernah ada, tetapi itu tidak buruk dalam situasi kami. Mungkin saya bisa finis di depan Martin.” BTW, pembalap Pramac Ducati itu finis di posisi ke-13 tepat di depan Alex.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page