Marc Marquez: MotoGP adalah Passion Saya

RiderTua.com – Marc Marquez: MotoGP adalah passion saya… The ‘King of Texas’ comeback di Circuit of the Americas (COTA), di trek sepanjang 5.513 km dengan 9 tikungan kanan dan 11 tikungan kiri dan start-finish lurus sepanjang 1200 meter. Hampir 3 minggu berselang usai crash saat sesi pemanasan di Sirkuit Mandalika, Juara Dunia MotoGP 6 kali itu kembali menunggangi Honda RC213V-nya di Austin. Sejauh ini rider Repsol Honda itu berhasil memenangkan 7 dari 8 balapan MotoGP di Texas. Apakah Marc akan bermain aman di ‘zona poin’ atau gaspol untuk berebut podium?

Marc Marquez: MotoGP adalah Passion Saya

Marc Marquez 4 kali crash di GP Indonesia. Pemenang MotoGP 59 kali itu tidak pernah menemukan feeling yang tepat untuk limit di sana. Di Mandalika, Honda V4 1000cc tidak dapat disesuaikan dengan ban Michelin yang disediakan dengan casing keras.

Setelah crash di Mandalika dan kembali menderita diplopia, Marc pernah bilang bahwa dia takut dia akan menderita diplopia seumur hidup. Apakah dia merasa khawatir, dia tidak akan pernah bisa balapan lagi? Atau apakah dia takut diplopia ini akan terus kambuh kembali setelah crash parah? “Itu adalah perasaan campur aduk. Itu bukan hanya tentang cederanya. Itu tentang diplopia dan tentang cedera lagi,” tegas Marquez.

Marc menambahkan, “Saya merasakan penglihatan ganda yang baru selama persinggahan setelah penerbangan pertama dalam perjalanan pulang dari Indonesia. Itu adalah situasi yang sulit bagi saya. Itu membuat saya takut, karena cedera ini sangat tidak nyaman, bahkan dalam kehidupan manusia normal, apalagi seorang pembalap MotoGP.”

“Tapi untungnya, di Barcelona dr. Dalmau langsung menemukan bahwa diplopianya tidak separah bulan Oktober dan November lalu. Minggu pertama di rumah masih terasa berat. Selama minggu kedua, saya merasa jauh lebih baik setiap hari. Saya duduk di sofa dan menonton balapan GP Argentina.”

“Pada saat ini penglihatan saya sudah cukup banyak kembali normal. Tapi saya harus melewatkan GP Argentina. Dan saya merasa, passion saya lebih besar dari cedera saya. Itu sebabnya saya memutuskan untuk melanjutkan metode saya dan mempertahankannya.”

“Saya akan mencoba untuk lebih kompetitif dan meningkatkan performa saya. Sekarang saya tidak pada titik, di mana saya bisa bertarung untuk gelar juara dunia. Tapi saya berada di titik di mana saya bisa membangun kembali kepercayaan diri saya.”

Marc selalu menekankan bahwa dia tidak ingin mengubah motonya ‘menang atau crash’.. Apakah strategi ini masih berlaku? “Normal untuk merasa khawatir. Ini adalah cedera serius ketiga, keempat atau kelima saya hanya dalam 2 tahun. Dua minggu lalu saya tidak punya motivasi untuk datang ke Texas. Saya ingin menonton GP AS di sofa. Waktu itu saya bahkan tidak ingin berurusan dengan comeback. Tapi kemudian orang-orang di sekitar saya memberi saya banyak dukungan dan mendorong saya,” ujar Marc Marquez.

“Tetapi adik saya Alex banyak membantu saya, begitu pula terapis saya Jose. Mereka membuat saya terpacu, mereka menyuruh saya ke gym dan menyuruh saya untuk berlatih lagi. Selangkah demi selangkah, saya membangun motivasi saya lagi. Saya tidak ingin membicarakan fase ini lagi. Saya di sini untuk balapan. Saya lebih suka membicarakan itu.”

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives