Franco Morbidelli: Yamaha Tak Perlu Panik Sebelum Seri Eropa, ‘Keep Calm’

RiderTua.com – Sebagai juara bertahan yang dirundung masalah, Yamaha harus tetap tenang, ‘keep calm’.. Franco Morbidelli mengatakan masalah Yamaha saat ini adalah kekurangan grip dan top speed. Akan berbeda dengan balapan di Mandalika, dan masih ada 20 balapan lagi. Sehingga masalah yang dihadapi Yamaha saat ini tak harus merasa panik, sebelum putaran Eropa (putaran ke-5 di Portugal bulan April). Masih ada waktu untuk berbenah. Jika hingga seri Eropa masih belum gacor, gelar dunia bisa ‘wasalam’.. Tak mudah bagi Yamaha mengawali musim MotoGP 2022. Namun Franco Morbidelli cukup terhibur dengan kemenangan dari rekan-rekan akademi VR46-nya Celestino Vietti (Moto2) dan Andrea Migno (Moto3) di GP Qatar. Start dari grid ke-12, Franky sempat kesulitan di tahap awal di sirkuit Losail.

Pada akhirnya runner-up 2020 itu finis di urutan ke-11 dengan 5 poin. “Saya berharap untuk sedikit lebih baik dan bisa melakukan lebih banyak dalam race, tetapi saya start dengan sangat buruk. Saya kehilangan banyak posisi di dua lap pertama, saya juga sekali salah melakukan pengereman. Saya benar-benar tidak tepat di fase pertama balapan. Ini buruk. Tapi begitu saya menemukan ritme saya, saya kuat. Cukup kuat dalam kaitannya dengan potensi kami. Jika kita melihat catatan waktu Fabio (Quartararo) yang merupakan juara dunia, saya cukup kuat. Sayang sekali tentang startnya,” ujar pembalap pabrikan Yamaha itu usai balapan pertama musim ini.

Franco Morbidelli: Yamaha Tak Perlu Panik Sebelum Seri Eropa

Dengan finis di tempat ke-9 untuk Quartararo dan ke-11 untuk Morbidelli, Yamaha berada di peringkat 6 atau yang terakhir di Kejuaraan Konstruktor. Tentang situasi pabrikan asal Jepang itu, Morbido mengatakan, “Kami kekurangan grip dan top speed. Ini adalah dua masalah yang kita hadapi. Kami juga tahu Qatar adalah trek dan balapan yang spesial. Sekarang kami harus melihat, bagaimana keadaan di Mandalika dan kami pasti akan mencoba memahaminya dengan lebih baik dan melawannya, terutama dengan masalah grip.”

Pembalap murid Valentino Rossi itu menambahkan, “Ini balapan yang spesial. Tapi itu sebuah kemunduran, setelah Yamaha memenangkan dua balapan di sini tahun lalu. Pabrikan lain sangat agresif dan telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam hal kecepatan dan manajemen ban. Tapi kami harus terus maju dan kami harus menunggu dan melihat, apa yang terjadi di Mandalika. Kami harus memberikan diri kami waktu, setidaknya dua atau tiga balapan. Setidaknya saya akan menunggu sampai balapan awal di Eropa sebelum kami harus panik.”

Pada balapan awal musim Kejuaraan Dunia baru di Qatar, berkat Enea Bastianini, Celestino Vietti dan Andrea Migno, ada tiga kemenangan yang diraih pembalap asal Italia dan dua untuk VR46 Riders Academy.

Sambil tersenyum, Morbidelli berkata, “Saya mengenal ketiganya dengan baik, terutama para pemenang dari Moto3 dan Moto2. Kami akan merayakannya bersama mereka di rumah. Tapi saya ikut senang untuk ‘Bestia’. Kami sudah saling kenal sejak kami masih kecil. Dia pria yang baik dan pembalap yang sangat baik.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives