Pernat: Marquez Masih yang Terkuat di Lintasan, Jika…

RiderTua.com – Pernat: Marquez masih yang terkuat di lintasan, jika kondisinya pulih 100% dan motor Honda kompetitif… Kondisi fisik Marc Marquez akan menentukan perannya di MotoGP. “Marquez mengalami nasib buruk yang mengerikan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi dia masih yang terkuat dari semua pembalap. Namun perlu dipahami, berapa banyak pengorbanannya untuk melalui semua yang telah merugikannya dalam hal performa. Untuk menilai level Marquez yang sebenarnya, mungkin kita harus menunggu paruh pertama musim 2022 ini. Jika dia kembali seperti sebelumnya dan motornya kompetitif, kita akan melihatnya bertarung di setiap (balapan) hari Minggu,” ujar Carlo Pernat menanggapi Marc Marquez yang kembali pulih dari cedera.

Pernat: Marquez Masih yang Terkuat di Lintasan

Selain Marc Marquez, Joan Mir juga disentil Pernat. Dia menjelaskan bahwa Mir sangat tidak nyaman dengan Suzuki. “Jelas bahwa, saat ini Honda sedang mencari kandidat baru, dan Mir adalah nama yang tepat. Dulu mereka sangat dekat dan sekarang saatnya telah tiba, juga karena situasi di Suzuki tidak begitu jelas. Ini adalah tim yang sangat baik, mereka memiliki merek besar di belakang mereka. Tetapi investasi mereka (Suzuki) sangat terbatas dibandingkan dengan tim lain. Setelah kepergiaan Davide Brivio semua pekerjaan ada di pundak Sahara,” kata Pernat.

Pernat melihat Ducati sebagai motor yang harus dikalahkan pada 2022. Dia mengatakan, “Saya pikir ini akan menjadi tahunnya Ducati, karena secara teknis Desmosedici lebih unggul dari yang lain. Tampaknya Honda juga telah sepenuhnya merevolusi dirinya sendiri, tetapi ini adalah pertaruhan. Karena motor yang dibangun kembali dalam 5 bulan dapat memberi setiap pembalap 1 detik per lap, tetapi itu juga bisa menjadi kegagalan besar.

Pernat juga percaya bahwa Pecco Bagnaia akan bertarung untuk merebut gelar dunia. “Saat ini Bagnaia tampaknya menjadi rider yang dipertaruhkan. Tetapi tes dan seri pertama juga akan menentukan dalam memahami kekuatan,” lanjut Pernat.

Beberapa hari yang lalu mendiang Marco Simoncelli berusia 35 tahun. Bagi banyak penggemar, nama Simoncelli akan selalu terukir dalam memori yang sangat indah. Siapa yang tahu, apa yang akan dia capai selama seluruh perjalanan karir MotoGP-nya. Carlo Pernat selaku manajer sekaligus temannya itu jelas sangat mengenalnya. “Sampai takdir menghentikan langkahnya, Marco tidak menginginkan adanya kesedihan,” ujar Pernat.

Pria asal Italia itu melanjutkan, “Kami masih mengingatnya, kami balapan tanpanya selama 10 tahun hingga sekarang. Kita dapat mengasumsikan segalanya, tetapi saya tidak tahu seberapa masuk akalnya hal itu. Hanya ada satu kenyataan, Marco pergi dan banyak yang hilang. Kita tidak boleh bersedih hati, meskipun sekarang lebih sulit dari sebelumnya karena kita sedang mengalami situasi yang telah membuat kita tertekan selama beberapa waktu.”

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives