Bastianini: Tunggu Sepang dan Mandalika untuk Apa?

RiderTua.com – Gresini Racing menargetkan Enea Bastianini harus selalu bertarung untuk podium di musim 2022. Hal ini disampaikan oleh pemilik tim yang merupakan istri Fausto Gresini, Nadia Padovani saat presentasi tim pada hari Sabtu. ‘Le Bestia’ sendiri sangat antusias dengan Desmosedici GP21 dan tidak sabar menunggu awal musim dan tes berikutnya. Meskipun sponsor utama FlexBox memutuskan untuk keluar dari proyek Gresini pada bulan Agustus tak lama setelah komitmen yang mengikat, Gresini tetap melanjutkan proyek MotoGP – sebagai warisan bagi pendiri tim yang meninggal dunia pada Februari 2021 itu. Enea Bastianini dan rookie Fabio Di Giannantonio direkrut sebagai duo pembalap baru.

Saat ditanya perbedaan motor barunya (GP21) dengan GP19, Bastianini menjawab tunggu tes Malaysia dan Indonesia.. “Sejauh ini saya hanya menguji motor di Jerez. Saya akan kembali menungganginya di Sepang dan Lombok pada bulan Februari. Setelah itu saya baru dapat membuat penilaian yang lebih baik,” katanya..

Enea Bastianini: DNA Ducati Luar Biasa

Kenapa dulu Gresini bergabung dengan Aprilia?.. Saat sponsor utama Go&Fun keluar, Gresini tidak bisa lagi membiayai anggaran pengeluaran. Jadi mereka menawarkan 2 tempat MotoGP-nya di Aprilia Racing, pertama untuk 4 tahun dan kemudian selama 3 tahun lagi hingga akhir 2021. Pada musim panas 2021, Gresini Racing membantu thread kesepakatan baru dengan Ducati (lebih dari 2 tahun) dan Dorna (lebih dari 5 tahun). Pemilik tim Fausto Gresini telah merundingkan dasar kesepakatan ini sebelum kematiannya.

 

Bastianini mengatakan, “Saya punya harapan yang tinggi untuk musim 2022, karena saya berhasil dua kali naik podium di Misano pada bulan September dan Oktober. Jadi saya sudah membuktikan bahwa saya juga bisa kompetitif di kelas MotoGP.”

“Tahun lalu saya belajar banyak di kelas MotoGP dan saya pasti harus terus meningkat musim depan. Saya berani bertarung untuk memperebutkan 5 besar di setiap seri. Sekarang saya harus lebih konsisten sepanjang musim. Itu berlaku terutama untuk sesi kualifikasi, karena sesi kualifikasi tahun lalu selalu menjadi bencana buat saya. Tapi sekarang saya punya GP21, jadi seharusnya saya bisa membukukan catatan waktu yang lebih baik di kualifikasi.”

Apa perbedaan Desmosedici GP21 dengan GP19, yang mengantarkan Bastianini ke peringkat 11 dalam klasemen tahun lalu? Bestia menjawab, “Sejauh ini saya hanya menguji motor di Jerez. Saya akan kembali menungganginya di Sepang dan Lombok pada bulan Februari. Setelah itu saya baru dapat membuat penilaian yang lebih baik. Tapi di Jerez, saya langsung fokus di lap pertama. Kita dapat mengendarai motor ini dengan lebih santai dan lebih mudah dikendalikan.”

“Dan jika kita gas pol pada lap cepat, kita dapat membuat kesalahan dan tetap mencatatkan waktu teratas. Ini adalah keuntungan penting. Saya juga menemukan bahwa, saya bisa melakukan late braking dengan Ducati ini dibandingkan dengan model 2019. Karena handlingnya lebih stabil. Itu akan menjadi kunci sukses di kualifikasi. Bagi saya DNA Ducati luar biasa. Dengan GP21 kita juga bisa balapan dengan lebih cepat di tengah tikungan. Ini semua adalah aspek yang akan berguna bagi kami di musim mendatang. Saya pikir GP21 juga lebih lembut pada ban ketimbang model sebelumnya. Tapi itu bukan masalah terbesar saya di balapan 2021. Untuk saat ini , saya tidak ingin membuat prediksi besar. Saya hanya ingin memulai musim ini!”

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives