Quartararo: Rossi Jadi Pembalap MotoGP Ketika Saya Belum Lahir

RiderTua.com – Valentino Rossi pertama kali balapan MotoGP dengan Aprilia 125 tanggal 31 Maret 1996 di Shah Alam Circuit, Malaysia.. Fabio Quartararo lahir 20 April 1999 di Nice, Prancis.. Quartararo selalu mengatakan bahwa Rossi adalah idolanya, “Valentino adalah satu-satunya pembalap yang menghasilkan efek tertentu pada saya. Karena dia adalah idola saya ketika saya masih berusia 4 atau 5 tahun. Ketika saya belum lahir dia sudah terjun di kejuaraan dunia MotoGP,” katanya.. Jadi Fabio bisa merasakan sesuatu yang sangat istimewa ketika masih bisa menyaksikan perpisahannya. Dalam kehidupan biasa, selisih umur 20 tahun: Fabio Quartararo bisa memanggil Rossi sebagai ‘Ayah’ 😀

Dalam sebuah wawancara pembalap Monster Yamaha ini berbicata mengenai baju balap terbuka di Catalunya, Quartararo menjelaskan, “Itu adalah ‘perasaan’ yang sangat aneh, karena kita tidak terbiasa berkendara di 340 km/jam dengan baju balap terbuka. Tapi saya tidak memikirkan bagaimana hal itu bisa saja menyakiti saya, yang saya inginkan hanyalah mengamankan podium atau finis.”

“Tapi saya akui itu agak berbahaya, terutama di trek lurus. Ketika saya menunduk di atas tangki motor, itu sangat sangat panas! Dan ketika saya tegak saat akan mengerem, itu adalah sensasi yang sangat aneh karena udara yang masuk dari semua bagian baju balap saya. Ada banyak tekanan di leher saya, dan sangat sulit untuk menahannya, terutama ketika melakukan pengereman.”

Motor M1 2004 No. 46 yang Bikin Quartararo Ingin Jadi Pembalap MotoGP

Rossi Idolaku…

Quartararo selalu mengatakan bahwa Rossi adalah idolanya, dan sekarang The Doctor tidak akan lagi berada di paddock. “Valentino adalah satu-satunya pembalap yang menghasilkan efek tertentu pada saya. Karena dia adalah idola saya ketika saya masih berusia 4 atau 5 tahun. Dan itu adalah sesuatu yang sangat keren,” ujarnya.

“Saya menghormatinya, bukan karena saya nervous, tetapi selalu istimewa untuk bersama idola kita, berbicara dengannya, dapat berbicara tentang berbagai topik, dia juga mengundang saya ke peternakannya. Dia tidak hanya memberi saya keinginan untuk menjadi pembalap, tetapi untuk menjadi pembalap MotoGP yang sukses.”

Tentang lap kehormatan bersama Valentino Rossi di hari terakhirnya di Valencia, Quartararo mengatakan, “Itu adalah sesuatu yang sangat istimewa, karena ini adalah balapan terakhir Vale, semuanya sangat berbeda. Saya masih merasa sulit untuk percaya, bahwa dia tidak akan lagi berkompetisi dalam balapan.

“Karena ketika saya belum lahir dia sudah terjun di kejuaraan dunia, jadi saya merasakan sesuatu yang sangat istimewa dalam perpisahannya. Tapi suatu saat, tiba bagi kita semua untuk mengakhiri karir olahraga kita, dan karir Vale telah bertahan lama. Sudah sangat lama dan sangat keren. Dan yang harus kami lakukan adalah mengucapkan selamat kepadanya, atas karirnya dan berterima kasih atas semua yang telah dia lakukan untuk MotoGP secara umum.”

Tidak Terpengaruh Vinales

Di sisi lain, terjadi perpisahan rekan setimnya Maverick Vinales dan Yamaha. Quartararo mengatakan, “Maverick bersama Yamaha selama bertahun-tahun. Tetapi pada akhirnya, semua ini adalah masalah pribadinya dan saya tidak terlalu suka ikut campur. Vinales mengalami beberapa kesulitan dengan motornya tahun ini, dia meminta beberapa hal dan Yamaha tidak memenuhinya.”

“Jauh di lubuk hati, saya tidak peduli. Tetapi bukan karena apa yang terjadi padanya, tetapi karena permintaannya, karena semua yang terjadi di sekitar saya, karena saya fokus pada target saya dan sangat jelas bagi saya harus menang di kualifikasi. Meskipun jujur, itu tidak banyak mempengaruhi saya.”
(Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives