Biang Kekalahan Kawasaki ZX-10RR, Kenaikan 500 RPM Ditolak FIM?

RiderTua.com – Salam 500 rpm! Tahun ini, Rea dikalahkan oleh Toprak Razgatlioglu yang luar biasa… Namun ada hal yang membuat Kawasaki tidak bisa melanjutkan dominasinya.. Evolusi terbaru Kawasaki ZX-10RR Jonathan Rea sebenarnya muncul awal musim lalu dengan 15.100 RPM (500 rpm lebih tinggi dari versi sebelumnya), di mana merupakan 10% dari performa model motor produksi massalnya (versi produksinya 13,200 rpm). Namun, beberapa hari sebelum musim WSBK dimulai, muncul kabar yang menggemparkan, FIM menurunkan angka RPM menjadi 14.600, sama dengan versi sebelumnya, pukulan berat bagi Kawasaki.. Jonathan Rea baru-baru ini menggarisbawahi seberapa besar pengaruhnya terhadap perebutan gelar dunia ketujuh melawan Toprak Razgatlioglu. Sejak 2018 ada aturan ‘penyeimbangan’ RPM yang bertujuan untuk memastikan peluang yang sama. Sebagai perbandingan, Ducati Panigale V4R saat ini memiliki RPM yang diizinkan 16.100 RPM, Honda CBR1000RR-R 15.600 RPM, BMW M1000RR 15.500 RPM, dan Yamaha R1 14.950 RPM dan Kawasaki 14.600 RPM.. Untuk itulah Jonathan Rea minta Kawasaki harus meningkatkan akselerasi dan top speed motor tahun depan… (Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

Biang Kekalahan Kawasaki ZX-10RR, Kenaikan 500 RPM Ditolak FIM?

Sejak 2011, Kawasaki telah menggelontorkan investasi melebihi produsen lain di Kejuaraan Dunia Superbike demi mendapatkan keuntungan. Namun dalam jangka panjang, baik promotor Dorna maupun penggemar tidak lagi menikmatinya. Mereka bosan dan ingin melihat pembalap dan merek yang berbeda berada di atas.

Kenapa Kawasaki Tidak boleh Menaikkan RPM

Asosiasi sepeda motor dunia FIM tidak mengizinkan Kawasaki memiliki RPM lebih tinggi, karena motor dari mesin saat ini memiliki basis yang sama dengan model sebelumnya. “Hanya karena pabrikan memiliki piston yang berbeda di mesinnya, tidak berarti itu mesin baru bagi kami, itu hanya komponen baru,” jelas Direktur Teknis SBK Scott Smart.

Kawasaki memiliki paket yang sangat seimbang pada tahun 2021, Rea mengamankan 30 podium dalam 37 balapan, 13 kali sebagai pemenang. Tetapi pembalap asal Irlandia Utara itu harus selalu mencapai limit dan mengakibatkan sejumlah crash yang luar biasa besar.

Rea menjelaskan, “Kami harus meningkatkan akselerasi dan top speed motor kami. Kami merasa sangat sulit di trek seperti Most dan Navarra, di mana kita harus berakselerasi mulai dari gigi pertama. Dan pada beberapa kondisi adu kencang kami kehilangan 0,3 detik di trek lurus saja.” (Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

“Itu membuat saya jatuh ke dalam krisis selama lap terakhir, karena saya harus memberikan segalanya untuk mendapatkan waktu yang terbaik. Inilah yang harus kami fokuskan, ada beberapa area yang bisa kami tingkatkan. Kami bekerja sama dengan para insinyur Kawasaki untuk menguji beberapa suku cadang pada awal Desember.”

Satu-satunya tes musim dingin utama sebelum pergantian tahun berlangsung mulai dari 15 hingga 17 Desember di Circuito de Jerez. Kawasaki dan Rea telah mendaftar untuk ambil bagian. Honda dengan Iker Lecuona dan Vierge dan BMW dengan kuartetnya van der Mark, Redding, Baz dan Laverty. (Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

Related Articles

1 COMMENT

  1. Memang hrs spt itu, menyamakan RPM BIAR IMBANG… Sama spt saat KAWASAKI protes pengurangan RPM ducati, spt di MotoGP menyamakan Ecu, yg berakibat yamaha susah menang 😁

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page