Rossi: Pembalap yang Selalu Jadi Berita Utama

1

RiderTua.com – Ada yang masih mencari-cari nama Rossi di setiap race?.. Pembalap yang selalu jadi berita utama itu tahun depan tidak akan ada lagi di daftar starting grid. Valentino menemani beberapa pembalap dan tumbuh bersama, dari pembalap belia, dia asuh dan kini menjadi pembalap hebat… Wartawan GP senior menyayangkan mundurnya Valentino Rossi. Di balapan rumahnya Vale mengucapkan selamat tinggal kepada penggemarnya di Misano dengan ucapan ‘terima kasih’ di malam hari. Pembalap berusia 42 tahun itu hanya terdiam di lintasan balap selama latihan, semua orang masih menginginkan sesuatu darinya, tur perpisahan tak terelakkan. Rossi selalu ramah kepada para wartawan dalam kondisi apapun, di saat-saat baik dan buruk, selalu bersedia menjawab semua pertanyaan yang dilayangkan kepadanya. Jawaban yang diberikannya selalu cerdas, menghibur, dan selalu up to date berbicara dalam semua topik. Dia selalu humble, menyapa semua teman dengan hangat dan pribadi yang supel. Saat masih di kejuaraan junior 125cc Eropa, Valentino muda adalah seorang pembalap yang cerdas dan ‘nakal’ tapi lucu.

Rossi: Pembalap yang Selalu Jadi Berita Utama

Pada hari Jumat pukul 17.20 (waktu setempat), bintang MotoGP dari tim Petronas Yamaha itu meluangkan waktunya selama 15 menit, ketika sekelompok reporter GP berkumpul di depan garasi Petronas di pit lane untuk mempersembahkan acara multi-signed kepada Valentino Rossi. Mereka membentangkan poster dan memberi surprise Vale dengan kaos yang dibuat khusus dengan tulisan ’46 Thank You VALE’.

Di depan garasi Petronas, Rossi berbicara dengan semua orang dan mengambil kesempatan untuk berpose untuk foto perpisahan dengan setiap reporter.

Vale memacu skuter tim ke pit lane dan kemudian mengenakan masker wajah dengan benar. Setelah foto pertama dia berseru, “Dai, senza mascherina (Ayo, lepaskan masker kita).”

Paolo Scalera adalah orang Italia yang selama bertahun-tahun menjadi reporter lawan Rossi, Max Biaggi. Dia memanggil Valentino, “Mari kita berfoto untuk Biaggi.”

Jejak Karir Rossi

Saat Rossi lahir pada tahun 1979, Papanya Graziano Rossi memenangkan GP 250cc di pabrik Morbidelli di Karlskoga.

Pada usia 14 tahun, kemudian pembalap berjuluk ‘Valentinik’, ‘Rossifumi‘ dan ‘The Doctor’ itu diizinkan untuk melakukan tes dengan pabrikan Honda 125 dari tim agv Gresini di Misano. Saat itu para reporter sempat berpikir, “Yah, itu hanya karena ayahnya memiliki koneksi yang tepat.”

Tapi 1 tahun kemudian, Vale mengikuti Kejuaraan Eropa 125 cc yang diadakan sebagai bagian dari GP Eropa pada tahun 1995, sehingga bos tim bisa langsung mengagumi bakatnya dari dekat.

Pada seri pertama Kejuaraan Eropa pada tahun 1995 di Le Mans, seorang reporter berjalan dari paddock GP ke paddock Kejuaraan Eropa sekitar 2 km untuk mengunjungi Graziano dan Valentino. Pada saat itu, Rossi junior sudah memiliki kontrak selama 3 tahun dengan Aprilia. Meskipun dia kehilangan gelar di kejuaraan Eropa 125 cc dari Lucio Cecchinello yang lebih berpengalaman.

Bahkan saat itu, Valentino adalah seorang pembalap yang cerdas dan ‘nakal’ tapi lucu. Ketika calon direktur balap Grup Piaggio sekaligus pemilik tim Iodaracing, Giampiero Sacchi mengunjunginya sebelum musim GP pertama di Tavullia karena dia ingin menjadi manajer pribadi Valentino, Vale menjawab, “Selama Anda memiliki stiker Max Biaggi di mobil Anda, Anda perlu tahu kita tidak akan membicarakan apapun. “

1 COMMENT

Leave a Reply