Jorge Martin ke Tim Resmi Ducati?

1

RiderTua.com – Gigi Dall’Igna berujar, “Kami selalu menginginkan pembalap yang terbaik di tim resmi Ducati,”… Itu artinya jika melihat kondisi saat ini akan menjadi persaingan antara Bagnaia, Miller dan Martin, kenapa Zarco tidak, karena dia sudah berusia 31 tahun.. Ducati telah fokus pada pembalap muda mulai musim MotoGP ini. Filosofi baru Ducati yang dianut dalam kejuaraan MotoGP mulai membuahkan hasil. Setelah era Dovizioso-Petrucci, di Borgo Panigale mereka memperbaharui modus operandi dengan fokus pada rider muda. Siapa kira-kira yang akan diganti.. Pecco atau Miller.. atau justru Martin drop? Hanya aspal dan karet bundar yang tahu…

Jorge Martin ke Tim Resmi Ducati?

Pada musim 2021 mereka merekrut tiga rookie: Enea Bastianini, Luca Marini dan Jorge Martin. Perhatian telah difokuskan sejak awal pada pembalap Spanyol yang direnggut dari KTM dan membekalinya dengan motor Desmosedici spek resmi. Dan hasilnya mulai dirasakan dengan dua pole position, satu kemenangan dan dua podium dalam tujuh Gseri, mengingat cedera Portimao yang membuatnya absen selama empat putaran.

Jorge Martin kini peringkat kesepuluh di klasemen MotoGP dengan 64 poin, dia bisa langsung membidik kursi di tim pabrikan. Pecco Bagnaia dan Jack Miller harus waspada. “Dia adalah pembalap yang selalu ingin kami miliki, sejak awal. Sejujurnya, kami sangat percaya padanya dan dia melakukan jauh lebih baik daripada yang normal untuk seorang rookie MotoGP. Kami sangat senang dia bersama kami. Luar biasa bagaimana dia bisa menempatkan dirinya pada batas kemungkinannya,” kata Gigi Dall’Igna kepada media AS..

Dalam balapan Portugal, dia melangkah terlalu jauh, melewati batas, belum mencapai kedewasaan yang diperlukan. “Di Portimao dia seharusnya lebih tenang, itu baru balapan ketiganya. Setelah kecelakaan dia menyadari bahwa tidak perlu selalu berada di kondisi 100%”.

Dalam dua balapan di Austria dia mampu memanfaatkan faktor trek Ducati dengan lebih baik daripada pembalap Ducati lainnya. Dua posisi pole, satu kemenangan dan satu posisi ketiga, yang terakhir di akhir balapan yang gila yang diakhiri dengan flag-to-flag. Jorge Martin telah menunjukkan bahwa dia tidak hanya memiliki bakat tetapi juga ‘kepala yang dingin’. Meskipun ada kekurangan di pit ketika harus mengganti motor. Dia finis di belakang Pecco Bagnaia dan dari sini hingga akhir musim MotoGP itu akan menjadi serangan terus menerus pada pembalap tim pabrikan.

Dia (Martin) mendapat dukungan penuh dari pabrikan..  Mungkin ya, tapi itu tergantung dia dan pembalap lainnya. Kami selalu menginginkan yang terbaik di tim resmi,” pungkas Gigi Dall’Igna..

1 COMMENT

Leave a Reply