Enea Bastianini: Sirkuit Portimao Bersifat Teknis, Cepat dan Tak Biasa

0

RiderTua.com – Enea Bastianini: Sirkuit Portimao bersifat teknis, cepat dan tak biasa… Rookie MotoGP Enea Bastianini datang ke Portimao-Portugal dengan kenangan indah. Tahun lalu, pembalap tim Esponsorama Avintia-Ducati itu dinobatkan sebagai Juara Dunia Moto2. Meski begitu, dia masih punya PR besar yakni mengatasi kelemahannya saat sesi kualifikasi. Pembalap yang berjuluk ‘La Bestia’ itu konsisten mendulang poin dalam dua balapan MotoGP pertamanya. Di GP Qatar 1 dan 2, dia finis di urutan ke-10 dan ke-11. Sebelum GP Portugal, pendatang baru kelas MotoGP  tersebut berada di urutan ke-11 di Kejuaraan Dunia dengan 11 poin. “Saya senang, kami akan pergi ke trek yang berbeda setelah melibas 250 lap di Qatar,” kata pembalap berusia 23 tahun itu di paddock ‘Autodromo Internacional do Algarve.

Enea Bastianini: Sirkuit Portimao Bersifat Teknis, Cepat dan Tak Biasa

“Saya suka trek Portimao, karena tahun lalu saya memenangkan gelar dunia di sini. Sirkuit Portimao bersifat teknis, cepat dan tidak biasa. Karena ada banyak trek tanjakan dan turunan. Saya tidak tahu bagaimana rasanya mengendarai motor MotoGP di sini, pasti tidak akan mudah. Di Moto2 juga tidak mudah, tetapi Moto2 tidak punya banyak perangkat elektronik. Saya pikir mungkin sedikit lebih mudah dalam hal itu. Namun dengan tambahan tenaga, saya juga harus membagi energi dengan baik. Saya yakin kita bisa cepat. Kami harus bekerja dengan baik sejak start,” kata Enea Bastianini.

Sejauh ini, Bastianini punya masalah utama yakni di kualifikasi. Dia menjelaskan, “Karena kualifikasi sangat penting di kelas MotoGP. Dan kualifikasi di Qatar, telah menunjukkan titik kelemahan saya. Juga karena beberapa masalah lain, tapi saya yakin kami juga bisa lebih baik di sini.”

“Kualifikasi adalah masalah yang perlu diselesaikan. Bahkan di Moto2, saya terkadang juga merasa kesulitan. Saya harus memahami bagaimana saya dapat menggunakan ban belakang baru dengan lebih baik. Jika saya berhasil sedikit menyesuaikan gaya membalap saya untuk lap cepat di sesi kualifikasi, segalanya akan lebih mudah,” imbuh Bestia.

Pendatang baru tim Avintia Ducati itu juga menekankan, “Saya rasa saya bisa sedikit meningkat di semua titik. Saya memiliki lebih banyak pengalaman dan tahu bagaimana berperilaku dalam situasi tertentu. Juga terkait pembagian balapan. Dengan FP4 saya masih punya satu sesi lagi, saya harus memastikan untuk menggunakan ban pada saat yang tepat.”

Target Bastianini untuk balapan pertama Tur Eropa pada 2021 adalah, “Seperti di Qatar, saya ingin tetap masuk 10 besar, dengan jarak yang cukup dekat ke pemimpin balapan. Bahkan jika itu tidak akan mudah di trek baru.”

Leave a Reply