Jorge Martin Crash: Jatuh adalah Sebuah Proses Dalam Belajar

0

RiderTua.com – Jorge Martin mengalami crash saat tes hari pertama dengan Ducati spek pabrikan GP21. Dia mengatakan jatuh adalah sebuah proses dalam belajar, lagian treknya kotor dan berangin sebagai kendala (bukan alasan).. Secara keseluruhan, tes shakedown yang dilakukan Jorge Martin berjalan sesuai rencana. Namun, dia sempat mengalami sebuah crash, yang membuat pasukan Pramac-nya bekerja lagi lebih banyak. Meski begitu, pembalap asal Spanyol itu senang dengan tes hari pertama di Qatar.

Jorge Martin (Ducati): Jatuh adalah Sebuah Proses Belajar

Tes shakedown membawa banyak berita tentang Jorge Martin. Pembalap Moto2 asal Spanyol itu turun ke lintasan dengan menunggangi Ducati Desmosedici miliknya untuk pertama kali. Dan untuk pertama kalinya juga dia mengerjakan rencana yang diberikan oleh Pramac Racing.

Dan untuk pertama kalinya dia jatuh dengan motor MotoGP dan untuk pertama kalinya juga dia masih bisa menerimanya. Cukup banyak kebetulan untuk hari ini bagi Martin.

Mengenai hal itu, Martin mengungkapkan, “Saya mengharapkan hari seperti ini. Saya mengharapkan hal-hal besar, dan itu adalah hari yang menyenangkan bagi saya. Saya bisa mengatur waktu dengan baik, meskipun kondisinya tidak semudah itu. Treknya kotor karena angin, tapi saya senang.”

Bagi Martin dan rekan rookie-nya yang lainnya, ini seperti spon dimana mereka bisa menyerap semua kesan. Tetapi jatuh juga merupakan bagian dari proses pembelajaran. Martin ingin melakukannya tanpa terjatuh, tetapi tim tidak menentangnya.

Mengenai kecelakaan itu, dia berkata, “Saya berada di lap terakhir dari rencana hari ini. Saya harus menyelesaikan lap ini dan kemudian masuk pit. Tapi saya melibas trek bergelombang (bump)di tikungan 3 dan kemudian saya langsung terjatuh. Itu kecelakaan yang buruk, tapi aku baik-baik saja. Itu bagian dari olahraga balap motor. Saya minta maaf untuk tim dan Ducati, tapi mereka semua santai.”

Motor Ducati Luar Biasa Beda Jauh dengan Moto2

Pembalap Pramac yang akan berbagi pit dengan Johann Zarco pada 2021 ini, sangat terkesan dengan perpindahan gigi dan rem motor Ducati. Teknologi ini tidak dapat dibandingkan dengan kelas Moto2.

“Saya menjadi lebih cepat dan di trek lurus juga lebih cepat. Bahkan saya tidak menyadari kalau sedang mengganti persneling. Itu luar biasa. Saya hanya merasakan tenaga motor di bawah pantat saya dan tiba-tiba saya mengerem lagi, dan pembalap tidak ada masalah. Semuanya jauh lebih baik daripada di Moto2, tapi saya masih harus meningkatkan di semua area,” ujarnya penuh semangat.

Dia bisa melakukan tes lagi pada hari Sabtu. Kemudian Martin kembali menggunakan Ducati untuk mengumpulkan data dan pengalaman. “Saya menantikan para pembalap senior pada hari Sabtu dan saya ingin belajar dari mereka,” kata pembalap berusia 23 tahun dari Madrid terkagum-kagum dengan para seniornya.

Hasil Tes Shakedown MotoGP, Qatar 5 Maret

1. Stefan Bradl, Honda, 1: 55.614 menit
2. Cal Crutchlow, Yamaha, +1.236
3. Tes 1, Yamaha, +1,518
4. Enea Bastianini, Ducati, +2.437
5. Michele Pirro, Ducati, +2,442
6. Tes 3, Yamaha, +2,624
7. Lorenzo Savadori, Aprilia, +2.659
8. Luca Marini, Ducati, +2.762
9. Sylvain Guintoli, Suzuki, +3.000
10. Jorge Martin, Ducati, +3.261
11. Dani Pedrosa, KTM, +3.441
12. Takuya Tsuda, Suzuki, +5,776
Aleix Espargaro ( no time)

Leave a Reply