Misteri Hilangnya Sirkuit Hutan Bremgarten-Swiss, Angker?

0

RiderTua.com – Misteri hilangnya sirkuit Bremgarten-Swiss… Sirkuit Bremgarten merupakan salah satu sirkuit paling indah namun terkenal berbahaya di Kejuaraan Dunia MotoGP. Sayang, kini sirkuit legendaris ini tak meninggalkan jejak apapun yang bisa dikenang. Sirkuit yang membelah hutan Bremgarten ini, terkenal memiliki sedikit trek lurus. Adanya pepohonan yang sangat berdekatan dengan lintasan, membuat sirkuit ini sulit ditaklukkan. Pada tanggal 4 Juli 1948, kota Treviso berduka. Salah satu warganya bernama Omobono Tenni, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tragis. Kecelakaan ini terjadi di salah satu sirkuit tergelap dalam sejarah kejuaraan dunia. Dan sirkuit itu bernama Bremgarten. Kini tidak ada jejak tersisa dari trek Bremgarten yang tersohor itu.

Misteri Hilangnya Sirkuit Bremgarten-Swiss

Pasca kejadian meninggalnya Omobono Tenni.. kesedihan mendalam sangat dirasakan ribuan penggemarnya. Mereka masih tak percaya, ‘kartu truf’ pembalap di periode perang itu telah tiada.

Informasi tentang jejak sirkuit ini sangat jarang ditemukan, seolah-olah sengaja disembunyikan. Namun, Bremgarten memang merupakan sirkuit Eropa yang sangat penting di era tahun 1940-an dan 1950-an.

Cerita ini akan membawa kita ke Swiss, sekitar 70 tahun yang lalu. Lokasi tepatnya berada di pinggiran utara Bern, Betlehem. Di jalanan lingkungan yang tampak sepi inilah, balapan GP Swiss pertama digelar.

Sirkuit yang Sulit Ditaklukkan

Bremgarten diresmikan pertama kali pada tahun 1931. Dengan cepat, sirkuit ini memantapkan diri sebagai sirkuit yang layak dan harus dikunjungi di Eropa. Trek ini memang ‘terlahir’ sebagai tuan rumah penyelenggaraan balap kendaraan roda dua.

Sirkuit yang membelah hutan ini, terkenal memiliki sedikit trek lurus. Adanya pepohonan yang sangat berdekatan dengan lintasan, membuat sirkuit ini sulit ditaklukkan. Namun sangat menyenangkan bagi pembalap.

Setelah Perang Dunia kedua, sirkuit ini terus menarik banyak orang dan para pembalap kelas satu. Oleh karena itu, wajar jika sirkuit ini dipilih oleh FIM untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Balap Motor musim pertama, yang digelar pada tahun 1949.

Selain Bremgarten, trek lain yang menggelar Kejuaraan Dunia tahun 1949 antara lain Monza, Assen dan Spa-Francorchamps. MotoGP Swiss yang dijadwalkan digelar pada akhir pekan yakni tanggal 3 Juli, menjadi seri balapan kedua dalam sejarah Kejuaraan dunia.

Dalam kesempatan itu, juara dunia Leslie Graham yang tergabung di tim AJS, terjun di balapan kelas 500 cc. Dia berhasil memenangkan kejuaraan atas pesaingnya, Nello Pagani.

Setelah absen dari kalender balap pada tahun 1950, Bremgarten kembali menjadi pusat perhatian pada tahun 1951. Dan tempat yang menyenangkan bagi pemenang MotoGP kelas 500cc, Fergus Anderson. Hingga tahun 1954, hanya pembalap Inggris yang mampu menjinakkan tikungan cepat, yang melintasi Bremgartenwald (hutan Bremgarten) itu. Jack Brett dan Geoff Duke adalah pemenang terbaru di kelas utama.

MotoGP- Bremgarten

Jejak Sirkuit Hilang

Sejak itu tidak ada yang tersisa. Setelah insiden kecelakaan mengerikan yang menyebabkan 84 kematian dan 120 orang luka-luka di 24 Hours of Le Mans tahun 1955, balapan motor tidak lagi digelar di Swiss. Ini adalah salah satu dari sedikit sirkuit di negara Eropa yang tidak memiliki homologasi FIA/FIM permanen. Jelas hal ini membuat kecewa penduduk.

Sejak itu sirkuit ini tidak digunakan lagi, berubah menjadi jalan negara bagian yang lebar dan tempat perkemahan. Karakteristik aspal dan batu besar juga telah dihilangkan. Tidak ada jejak tersisa dari trek Bremgarten yang tersohor.

Bahkan banyak orang di Bernese, tidak tahu bahwa ajang balap paling bergengsi Formula 1 dan Kejuaraan Dunia lain pernah digelar, tepat di jalan yang mereka pergunakan sehari-hari, kurang dari satu abad yang lalu. Namun informasi mengenai trek tersebut sulit untuk ditemukan, sehingga perlu dilakukan kunjungan di lokasi untuk mengetahuinya.

Tidak ada, sama sekali tidak ada yang dilakukan untuk melestarikan ‘permata’ dunia balap yang terletak di tengah hutan ini. Tidak ada plakat peringatan untuk menghormati Omobono Tenni atau Achille Varzi. Karena bagaimanapun roh mereka beristirahat di sini selamanya.

Tidak ada penghormatan. Sedangkan di setiap akhir pekan, ada ribuan orang yang bersenang-senang sambil menikmati ‘properti’ mistis, yang dipercaya ada pada ‘Glass Fountain/mata air kaca’, yang terletak di tengah hutan.

Leave a Reply