Suzuki XL7 Menjadi Pendongkrak Penjualan di Segmennya

(detikOto)

RiderTua.comSuzuki XL7 ternyata menjadi pendongkrak penjualan baik untuk Suzuki sendiri maupun segmennya. Meski baru hadir selama beberapa bulan, mobil low SUV ini terbukti mampu menjadi pesaing yang setara dengan Rush-Terios. Suzuki XL7 menjadi pendongkrak penjualan yang cukup bagus bagi mereka. Bahkan dengan usianya yang masih seumur jagung.

Suzuki XL7 Menjadi Pendongrak Penjualan yang Bagus

XL7 pertama kali diluncurkan di Indonesia pada awal tahun 2020, dan saat itu cukup sukses terjual secara inden. Bahkan inden tersebut didapatkan sebulan sebelum peluncuran resminya, jadi tak heran kalau jumlah inden yang didapat Suzuki sangatlah banyak. Serta kondisi pada bulan Februari lalu belum terdampak oleh penurunan pasar roda empat.

Meski masih baru, XL7 terbukti menjadi penyumbang penjualan Suzuki Indomobil Sales (SIS) selama beberapa bulan terakhir. Walaupun kontribusinya pada tahun ini masih kalah dar mobil niaga Carry dan Ertiga, hasilnya masih lumayan bagus. SIS mencatatkan 7.405 unit terjual sehingga XL7 menyumbang 12 persen total penjualan di kelas LSUV.

Suzuki XL7 menjadi pendongkrak
(mobil123.com)

Berkontribusi Besar

SIS melihat ini sebagai sesuatu yang cukup baik, karena XL7 sudah bisa diterima dengan baik oleh konsumen Indonesia. Mereka juga melihat XL7 sebagai stimulus segmen low SUV dengan hadir sebagai pilihan terbaru bagi masyarakat. Terutama untuk menghadirkan lebih banyak variasi dan fitur yang tak dimiliki rival sekelasnya.

XL7 masih mampu memberikan performa penjualan yang cukup baik meskipun pada bulan Oktober lalu agak menurun. Sebaliknya dua model kembar yang menjadi rivalnya, yaitu Rush dan Terios, mampu menempati posisi pertama dan kedua penjualan. Hasil ini juga lebih sedikit dari penantang utamanya, Mitsubishi Xpander Cross.

Meski begitu, pengaruh dari kehadiran XL7 sepertinya berdampak cukup besar di segmennya. Kelas ini menjadi semakin besar dan hampir setara dengan segmen low MPV. Walaupun cukup sulit untuk mengembalikan hasil penjualan akibat dampak penurunan pasar, serta adanya persaingan ketat dari rivalnya. Mungkin ini akan menjadi tantangan bagi Suzuki untuk bisa mengembalikan kejayaan XL7 seperti dulu lagi.

Be the first to comment

Leave a Reply