Penjualan Mobil Ternyata Stabil di Dua Negara Ini

booth hyundai di iims 2018
(Foto: CNN Indonesia)

RiderTua.com – Meski industri otomotif sempat menurun, ada penjualan mobil yang ternyata stabil di dua negara ASEAN. Padahal di Indonesia sendiri mengalami penurunan selama periode April hingga Mei lalu. Penjualan mobil ternyata stabil di dua negara seperti Brunei dan Myanmar. Meski bukan sebagai pasar utama di ASEAN, tapi hasil penjualannya terus stabil selama tujuh bulan terakhir.

Baca juga: Ternyata Penjualan Mobil di Jepang Belum Pulih

Penjualan Mobil Ternyata Stabil di Brunei dan Myanmar

Keadaan di pasar otomotif global yang terpuruk benar-benar membuat ‘hampir’ seluruh negara di dunia ikut kena dampaknya. Itupun termasuk di kawasan Asia Tenggara, dimana penjualan mobil Indonesia menunjukkan hasil tak terlalu bagus, menurun hingga 50 persen. Bahkan negara produsen mobil terbesar seperti Thailand saja penjualannya turun 36 persen.

Sementara di Malaysia, penurunan penjualan tercatat mencapai 33,1 persen. Disusul Vietnam 27,5 persen, Filipina 48,7 persen, dan Singapura yang paling parah hingga 53,4 persen. Anehnya dari sekian negara yang mengalami penurunan mobil, hanya dua negara yang belum masuk diantaranya, yaitu Myanmar dan Brunei.

Penjualan mobil ternyata stabil di Brunei dan Myanmar

Masih Baik-baik Saja

Selama periode Januari-Juli 2020 kemarin, hanya dua negara ini yang mencatatkan hasil positif ketimbang negatif. Masing-masing dengan pertumbuhan penjualan sebesar 10,7 persen untuk Brunei dan 11,1 persen untuk Myanmar. Meski kenaikannya sedikit, tapi nyatanya hasil selama tujuh bulan ini masih terpantau stabil, hampir tak ada penurunan.

Baik Brunei maupun Myanmar menjadi negara di ASEAN yang tak terlalu banyak dilirik oleh produsen mobil. Apalagi tak banyak masyarakat yang memiliki mobil sebagai kendaraan pribadi, jadi itu mungkin penyebab kenapa penjualannya masih aman-aman saja. Walau masih ada penyebab lainnya yang masih belum dapat dijelaskan.

Sepertinya ini masih menjadi sesuatu yang bagus, walau ditengah kondisi seperti sekarang. Butuh waktu lama bagi tiap negara untuk bisa memulihkan angka penjualan mobil seperti semula, terutama untuk mobil penumpang. Sementara kendaraan komersial dan mobil niaga nampak baik-baik saja, walau ikut terganggu tapi dampaknya tak terlalu besar.

Be the first to comment

Leave a Reply